KONTAN.CO.ID - Penyadapan HP secara ilegal dapat dilakukan melalui berbagai teknik kejahatan siber. Berikut beberapa metode yang paling umum digunakan.
Pelaku biasanya memanfaatkan perangkat lunak pengintai, tautan berbahaya, hingga manipulasi kartu SIM untuk memperoleh akses ke informasi pribadi korban.
Metode yang digunakan pun beragam. Spyware dan stalkerware, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk memantau aktivitas perangkat.
Sementara itu, phishing dan SIM swap kerap digunakan untuk mencuri kredensial akun atau mengambil alih nomor telepon korban.
Mari simak penjelasan mengenai cara menyadap HP ilegal dengan lebih detail berikut ini.
1. Menyadap HP Menggunakan Spyware
Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mengumpulkan informasi dari perangkat korban tanpa sepengetahuannya.
Dikutip dari situs resmi Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat, spyware dapat digunakan untuk melacak lokasi perangkat, membaca pesan teks dan email, melihat foto serta video, hingga memantau aktivitas internet korban.
Beberapa program bahkan dapat mengaktifkan mikrofon untuk merekam percakapan telepon.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Daerah Diperkuat, Polisi Dorong Warga Produksi Pangan Mandiri
2. Menyadap HP Menggunakan Stalkerware
Stalkerware merupakan perangkat lunak yang memungkinkan seseorang memantau aktivitas HP orang lain secara tersembunyi.
Menurut penjelasan FTC, stalkerware dapat memberikan akses terhadap sejumlah informasi pribadi, seperti lokasi, percakapan, pesan teks, email, foto, dan video.
Beberapa aplikasi juga memiliki kemampuan mengaktifkan mikrofon untuk merekam percakapan serta memantau aktivitas internet.
TechCrunch pernah mengungkap jaringan aplikasi stalkerware Android yang menggunakan sejumlah merek berbeda, tetapi memiliki sistem dan tampilan pengelolaan yang hampir sama.
Aplikasi-aplikasi tersebut mengumpulkan isi ponsel korban dan mengirimkannya ke server operator.
Pelaku kemudian dapat melihat pesan, kontak, lokasi, foto, dan informasi lain melalui dasbor berbasis web.
Baca Juga: BSU 2026 Rp900.000 Cair November & Desember, Ini Syarat dan Link Ceknya
3. Menyadap HP Melalui Phishing
Phishing merupakan teknik penipuan digital yang digunakan untuk memperoleh informasi sensitif korban, seperti nama pengguna, kata sandi, dan kode verifikasi.
Dalam modus ini, pelaku biasanya menyamar sebagai perusahaan, layanan digital, petugas dukungan pelanggan, atau orang yang dikenal korban.
Mereka kemudian mengirimkan pesan melalui SMS, email, atau saluran komunikasi lainnya.
Pesan tersebut dapat berisi tautan menuju situs palsu yang menyerupai halaman login layanan resmi.
Ketika korban memasukkan informasi akunnya, data tersebut dapat dikumpulkan dan disalahgunakan oleh pelaku.
Dikutip dari situs FBI, phishing sering menggunakan teknik spoofing, yakni menyamarkan alamat email, nama pengirim, nomor telepon, atau alamat situs agar terlihat berasal dari sumber tepercaya.
FBI juga menjelaskan bahwa pelaku dapat memanfaatkan komunikasi palsu untuk membuat korban mengunduh perangkat lunak berbahaya atau memberikan informasi pribadi.
Perlu dipahami bahwa phishing tidak selalu memberikan akses langsung ke seluruh isi HP. Metode ini lebih sering digunakan untuk mencuri informasi login dan mengambil alih akun digital korban.
Baca Juga: Cakupan Pemberian Obat Pencegahan TBC di DKI Jakarta Sudah 26%
4. Menyadap HP Menggunakan SIM Swap
SIM swap merupakan metode kejahatan siber yang dilakukan dengan mengambil alih nomor telepon korban dan memindahkannya ke kartu SIM lain yang dikuasai pelaku.
Menurut FBI, pelaku biasanya terlebih dahulu mengidentifikasi target dan mencari informasi mengenai nomor telepon serta operator seluler yang digunakan korban.
Setelah itu, pelaku memanfaatkan rekayasa sosial untuk memanipulasi petugas layanan pelanggan operator seluler agar memindahkan nomor korban ke kartu SIM yang berada dalam kendalinya.
Jika proses tersebut berhasil, panggilan telepon dan pesan SMS yang seharusnya diterima korban akan masuk ke perangkat pelaku.
FBI juga menjelaskan bahwa pelaku SIM swap dapat menggunakan nomor telepon yang berhasil dikuasai untuk mengatur ulang kata sandi akun email, penyimpanan cloud, dan media sosial.
Baca Juga: Pengembangan Transportasi Publik Jabodetabek Tak Bisa Hanya Mengandalkan Jakarta
5. Menyadap HP Melalui Aplikasi Berbahaya
Selain spyware yang memang dirancang sebagai perangkat lunak pengintai, pelaku kejahatan juga dapat memanfaatkan aplikasi yang tampak normal tetapi menyimpan program berbahaya.
Aplikasi tersebut dapat menyamar sebagai layanan tertentu untuk membuat korban percaya bahwa perangkat lunak yang dipasang aman digunakan.
Dalam kasus KidsGuard yang dilaporkan TechCrunch, aplikasi pemantauan tersebut dapat menyamarkan identitasnya sebagai layanan pembaruan sistem Android.
Setelah terpasang, aplikasi diklaim dapat bekerja secara tersembunyi dan mengirimkan informasi perangkat ke server pengelolanya.
FTC juga pernah mengambil tindakan terhadap perusahaan SpyFone yang memasarkan aplikasi pemantauan ponsel.
Menurut FTC, aplikasi tersebut memungkinkan pengguna melacak perangkat orang lain secara diam-diam dan mengumpulkan informasi mengenai pergerakan fisik serta aktivitas penggunaan ponsel.
Baca Juga: Tema dan Logo Hari Pahlawan Nasional 2026: Pesan Keteladanan dan Perjuangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News