KONTAN.CO.ID - Pakan ikan nila agar cepat besar perlu disesuaikan dengan ukuran ikan, kandungan nutrisi, dan kondisi kolam.
Pemberian pakan yang tepat membantu mendukung pertumbuhan sekaligus mengurangi pemborosan selama pemeliharaan.
Pelet menjadi pilihan pakan yang praktis karena kandungan nutrisinya dapat disesuaikan dengan fase pertumbuhan ikan.
Selain jenis pakan, peternak juga perlu memperhatikan takaran, jadwal pemberian, dan kualitas air kolam.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Sempat Ganggu Tiga Penerbangan di Bandara Palembang
Pilih Pelet dengan Kandungan Protein yang Sesuai
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Media Akuakultur milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan bahwa pelet dengan kandungan protein 28% digunakan untuk pembesaran ikan nila BEST.
Dalam penelitian tersebut, pakan diberikan sebanyak 3 persen dari total bobot ikan setiap hari.
Sementara itu, penelitian larva ikan nila Srikandi dalam Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur menggunakan pakan komersial dengan kandungan protein 40%.
Berdasarkan data itu, gunakan pakan yang sesuai dengan ukuran ikan dan petunjuk pada kemasan.
Untuk benih, pilih butiran kecil agar mudah dikonsumsi. Ketika ikan membesar, ukuran pelet dapat disesuaikan secara bertahap.
Baca Juga: Embung Doho Bantu Petani Hadapi Kemarau, UMKM Ikut Tumbuh
Berapa Takaran Pakan Ikan Nila per Hari?
Takaran pakan ikan nila dapat dihitung berdasarkan biomassa, yaitu total bobot seluruh ikan dalam kolam.
Salah satu contoh perlakuan dalam penelitian pembesaran ikan nila BEST menggunakan pakan sebanyak 3% dari biomassa per hari.
Berikut contoh perhitungannya:
| Komponen | Perhitungan |
| Jumlah ikan |
1.000 ekor
|
| Bobot rata-rata |
50 gram
|
| Total biomassa |
50 kg
|
| Asumsi takaran pakan |
3% per hari
|
| Kebutuhan pakan |
1,5 kg per hari
|
Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi, bukan patokan untuk semua kolam. Takaran perlu disesuaikan dengan ukuran ikan, kualitas pakan, sistem budidaya, dan respons makan.
Untuk memperkirakan kebutuhan pakan dengan lebih akurat, timbang sampel ikan secara berkala dan hitung kembali total biomassanya.
Hindari memberikan pakan berlebihan karena sisa pakan dapat membusuk dan menurunkan kualitas air.
Baca Juga: Panduan Ternak Domba Pedaging untuk Kurban, Bisa Dimulai dari Sekarang
Jadwal Pemberian Pakan
Benih ikan nila umumnya membutuhkan pemberian pakan lebih sering dalam porsi kecil, sedangkan ikan yang lebih besar dapat diberi pakan dengan frekuensi lebih rendah.
Panduan budidaya ikan nila dan lele dalam sistem bioflok yang dipublikasikan KKP memberikan contoh pemberian pakan tiga hingga empat kali sehari pada fase awal.
Frekuensinya dapat disesuaikan menjadi dua hingga tiga kali sehari ketika ikan semakin besar.
Panduan tersebut berlaku untuk sistem bioflok, sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi kolam yang digunakan.
Amati respons ikan saat diberi pakan. Jika banyak pakan tersisa, evaluasi jumlah yang diberikan dan kondisi kolam.
Pemberian pakan lebih sering tidak otomatis membuat ikan tumbuh lebih cepat jika jumlah dan kualitas pakannya tidak sesuai.
Baca Juga: Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News