Hati-hati trend Add Yours di Instagram bisa curi data Anda, ini modusnya

Kamis, 25 November 2021 | 12:27 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Hati-hati trend Add Yours di Instagram bisa curi data Anda, ini modusnya

ILUSTRASI. Hati-hati trend Add Yours di Instagram bisa curi data Anda, ini modusnya.

KONTAN.CO.ID -  Akhir-akhir ini muncul trend Add Yours yang dibagikan melalui Story Instagram. Banyak pengguna media sosial ini yang ikut meramaikan trend tersebut. 

Dengan menggunakan sticker Add Yours, pengguna diminta membagikan berbagai informasi mulai dari nama panggilan, foto-foto tertentu, hingga alamat, dan tanda tangan. 

Tak sedikit masyarakat yang tidak sadar akan bahaya membagikan informasi pribadi melalui trend di Instagram tersebut. 

Bersumber dari Instagram Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), informasi yang Anda bagikan melalui Story Instagram tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. 

Baca Juga: 15 Universitas yang punya program studi paling banyak di Indonesia versi PDDikti

Data diri yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di antaranya:

  • Nama mulai dari nama lengkap hingga nama panggilan
  • Nomor identitas
  • Alamat pribadi
  • Data biometrik (sidik jari, scan retina, dan lain-lain)
  • Informasi properti pribadi (SIM, pelat nomor, nomor paspor)
  • Informasi aset teknologi seperti IP Address

Baca Juga: Apa itu banjir? Ini penyebab dan hal yang harus dilakukan saat serta setelah banjir

 

Modus kejahatan pencurian data pribadi

Semakin berkembangnya teknologi, modus kejahatan yang melibatkan teknologi juga berkembang. 

Salah satunya adalah pencurian data pribadi atau social engineering. Data yang sengaja atau tidak sengaja Anda sebarkan, bisa dimanfaatkan untuk tindakan yang tidak diinginkan. 

Bentuk dari modus kejahatan tersebut:

  1. Memanipulasi dengan teknik manipulasi psikologi agar seseorang atau grup yang dekat dengan Anda melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela. 
  2. Menelpon dan mengaku sebagai customer service/staf dari instansi keuangan atau pun yang mengatasnamakan perusahaan. 
  3. Meminta data diri
  4. SIM swap fraud atau menukar SIM card pelaku dengan nomor target. 
  5. Mengirimkan link tautan melalui aplikasi pesan atau e-mail yang mengarahkan ke website phising atau aplikasi untuk penyalahgunaan data pribadi. 

Data yang sudah diambil kemudian akan dimanfaatkan untuk mendapatkan akses ilegal seperti rekening bank, dompet digital, hingga mendaftar pada aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal dengan mengatasnamakan korban.

Baca Juga: Lowongan kerja besar-besaran di BUMN IFG, fresh graduate bisa daftar!

Menghindari kejahatan pencurian data pribadi

Meskipun modus kejahatan mulai beragam, Anda tetap bisa mencegah dan menghindari kejahatan pencurian data. Cara untuk mencegah dan melindungi data pribadi diantaranya:

  • Tidak mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang trend, contohnya, sticker Add Yours di Instagram. Pikirkan dan pilah dengan baik mana trend yang akan diikuti dan mana yang perlu dihindari.
  • Jangan sebar atau memberikan data pribadi Anda kepada siapapun yang mengaku dari pihak tertentu. 
  • Bila ada yang menelepon Anda dan terdengar mencurigakan, segera tutup dan blokir nomor tersebut. 
  • Simpan data pribadi Anda dengan baik sehingga tidak bisa diakses oleh orang lain selain Anda sendiri. 

Gunakan media sosial seperti Instagram dengan bijak agar Anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejahatan pencurian data pribadi.

Selanjutnya: Kenali 5 Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan Perempuan

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tiyas Septiana
Terbaru