KONTAN.CO.ID - Simak ciri-ciri aplikasi WhatsApp palsu yang beredar. Pengguna WhatsApp perlu lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi pesan instan di ponsel.
Pasalnya, aplikasi tiruan yang menggunakan nama, ikon, dan tampilan menyerupai WhatsApp resmi dapat mengecoh pengguna. Aplikasi semacam ini berisiko membahayakan privasi, keamanan akun, hingga data pribadi yang tersimpan di perangkat.
Keberadaan aplikasi palsu menjadi pengingat bahwa mengunduh aplikasi dari toko resmi saja belum cukup untuk memastikan keasliannya.
Pengguna tetap perlu memeriksa nama pengembang, jumlah unduhan, informasi aplikasi, serta alamat situs yang digunakan untuk mengakses tautan unduhan.
Baca Juga: Panduan Cara Daftar Langganan Internet Rakyat Online dan Offline
Munculnya WhatsApp Palsu
Melansir laporan Android Authority, aplikasi tiruan WhatsApp muncul pada hasil pencarian bersponsor di Google Play Store. Aplikasi itu menggunakan nama WhatsApp Messenger dan meniru tampilan halaman aplikasi resmi. Ikon, tangkapan layar, serta teks deskripsinya dibuat menyerupai informasi yang digunakan WhatsApp asli.
Aplikasi tiruan tersebut diterbitkan oleh pengembang bernama Agment Assets sallu.
Menurut laporan yang sama, akun pengembang itu tidak memiliki aplikasi lain yang tercantum di Google Play Store saat diperiksa.
Baca Juga: Hanya Di Hp Android, Cara Melihat Pesan WhatsApp yang Dihapus Pengirim Tanpa Aplikasi
Aplikasi tersebut dilaporkan telah diunduh lebih dari 500.000 kali sejak muncul pada September 2026.
Jumlah itu memang masih jauh di bawah aplikasi WhatsApp resmi yang memiliki lebih dari 10 miliar unduhan menurut informasi Google Play Store yang dikutip dalam laporan tersebut.
Lantas, bagaimana cara membedakan WhatsApp palsu dan WhatsApp asli? Simak ciri-ciri dan langkah pemeriksaannya berikut ini.
Baca Juga: Link Logo dan Tema Hari Santri Nasional 2026: Dukungan Menuju Indonesia Emas 2045
Ciri-Ciri Aplikasi WhatsApp Palsu
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang WhatsApp di ponsel. Berikut ciri-ciri yang dapat membantu pengguna mengenali aplikasi tiruan.
1. Nama dan Identitas Pengembang Tidak Sesuai
Salah satu langkah paling penting adalah memeriksa identitas pengembang aplikasi. WhatsApp resmi diterbitkan oleh WhatsApp LLC.
Aplikasi palsu dapat menggunakan nama yang mirip, menambahkan kata tertentu, atau menampilkan identitas pengembang yang tidak berkaitan dengan WhatsApp. Karena itu, jangan hanya mengandalkan nama aplikasi atau logo yang terlihat di halaman unduhan.
Periksa halaman detail aplikasi dan pastikan informasi pengembang sesuai. Jika menemukan identitas yang tidak jelas atau tidak berkaitan dengan layanan resmi, sebaiknya jangan melanjutkan instalasi.
Baca Juga: Bukan Satu Per Satu, Ini Cara Mudah Hapus File Di Channel WhatsApp
2. Ikon dan Tampilan Mirip WhatsApp Asli
Aplikasi tiruan dapat menggunakan ikon WhatsApp yang hampir sama dengan aplikasi resmi. Bahkan, tangkapan layar dan deskripsi yang ditampilkan di halaman unduhan juga dapat dibuat menyerupai versi aslinya.
Oleh sebab itu, logo berwarna hijau dengan simbol telepon bukan jaminan bahwa aplikasi tersebut asli. Pengguna harus memeriksa identitas pengembang dan mengakses halaman unduhan melalui situs resmi WhatsApp.
3. Menawarkan Fitur Tambahan yang Tidak Jelas
Aplikasi tidak resmi terkadang menawarkan fitur tambahan, seperti tema khusus, pengaturan privasi yang diklaim lebih lengkap, atau kemampuan mengubah tampilan percakapan.
Tidak semua aplikasi dengan fitur tambahan otomatis berbahaya. Namun, pengguna perlu berhati-hati jika aplikasi tersebut mengharuskan pengunduhan dari situs tidak dikenal, meminta izin yang tidak relevan, atau meminta informasi akun di luar proses resmi WhatsApp.
WhatsApp juga tidak mendukung versi aplikasi tidak resmi yang telah dimodifikasi oleh pihak ketiga. Penggunaan versi semacam itu dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan dan privasi pengguna.
Baca Juga: Kenapa Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini Cara Pasti Mengembalikannya!
4. Meminta Izin Akses yang Tidak Wajar
Perhatikan izin yang diminta ketika aplikasi dipasang atau mulai digunakan. Aplikasi pesan memang dapat membutuhkan akses tertentu untuk menjalankan fungsi seperti mengirim foto, merekam pesan suara, atau melakukan panggilan.
Namun, pengguna patut curiga apabila aplikasi meminta akses sensitif yang tidak sesuai dengan fungsi yang dijanjikan. Contohnya, aplikasi yang tidak jelas meminta akses membaca SMS, mengakses notifikasi secara luas, atau mengaktifkan layanan aksesibilitas tanpa alasan yang masuk akal.
Izin yang mencurigakan tidak otomatis membuktikan bahwa aplikasi palsu, tetapi menjadi alasan untuk memeriksa kembali keamanan dan keasliannya.
Baca Juga: Cara Memindahkan Obrolan WhatsApp Antarperangkat: Panduan Lengkap dan Aman
Cara Membedakan WhatsApp Palsu dan Asli
Melansir laman Support WhatsApp, pengguna dapat membandingkan beberapa aspek berikut sebelum mengunduh aplikasi.
| Aspek | WhatsApp Resmi | Hal yang Perlu Diwaspadai |
|---|---|---|
| Pengembang | WhatsApp LLC | Identitas pengembang tidak jelas atau tidak sesuai |
| Sumber unduhan | Situs resmi WhatsApp atau toko aplikasi resmi | Situs pihak ketiga atau tautan tidak dikenal |
| Informasi aplikasi | Informasi layanan dan kebijakan yang sesuai | Deskripsi berlebihan atau klaim yang tidak masuk akal |
| Izin aplikasi | Sesuai kebutuhan fitur yang digunakan | Meminta izin sensitif yang tidak relevan |
| Peringatan keamanan | Tidak menunjukkan indikasi aplikasi palsu | Mendapat peringatan dari Play Protect |
| Proses instalasi | Mengikuti prosedur resmi | Meminta pengguna mengabaikan peringatan keamanan |
Perlu diingat, jumlah unduhan yang tinggi, ulasan positif, dan tampilan yang meyakinkan bukan jaminan mutlak bahwa aplikasi tersebut asli. Aplikasi tiruan dapat menyalin informasi visual aplikasi resmi, bahkan berpotensi muncul di toko aplikasi. Karena itu, periksa beberapa indikator sekaligus.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Ucapan Ulang Tahun dari Google untuk Pengguna
Cara Mengunduh WhatsApp Resmi dengan Aman
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari aplikasi WhatsApp palsu.
1. Buka Situs Resmi WhatsApp
Cara paling sederhana adalah mengakses situs resmi WhatsApp melalui peramban. Pengguna dapat membuka halaman unduhan berikut: https://www.whatsapp.com/download
Dari halaman tersebut, pilih versi aplikasi sesuai perangkat yang digunakan. WhatsApp menyediakan pilihan unduhan untuk perangkat Android, iPhone, serta komputer yang didukung.
2. Periksa Aplikasi di Toko Resmi
Pengguna Android dapat mengakses Google Play Store, sedangkan pengguna iPhone dapat membuka Apple App Store. Cari WhatsApp dan periksa identitas pengembang sebelum menekan tombol instalasi.
Jangan langsung memilih aplikasi hanya karena muncul di posisi paling atas hasil pencarian. Periksa halaman detailnya terlebih dahulu.
3. Hindari Mengunduh APK dari Sumber Tidak Dikenal
Berkas APK memungkinkan pemasangan aplikasi Android di luar toko aplikasi. Namun, berkas dari sumber yang tidak tepercaya dapat dimodifikasi atau disisipi kode berbahaya.
Jika tidak memiliki kebutuhan khusus untuk memasang aplikasi dari luar toko resmi, sebaiknya gunakan jalur unduhan resmi. Jangan mengikuti instruksi yang meminta pengguna menonaktifkan perlindungan keamanan demi memasang aplikasi tertentu.
4. Aktifkan Google Play Protect
Google Play Protect membantu memeriksa aplikasi di perangkat Android dan dapat memberikan peringatan apabila mendeteksi aplikasi yang berpotensi membahayakan.
Pastikan fitur tersebut aktif dan jangan mengabaikan peringatan saat memasang aplikasi baru. Meski begitu, perlindungan ini bukan jaminan bahwa seluruh aplikasi berbahaya pasti terdeteksi.
5. Jangan Membagikan Kode Verifikasi
Kode verifikasi WhatsApp dan PIN verifikasi dua langkah tidak boleh diberikan kepada orang lain. Waspadai pihak yang mengaku sebagai petugas WhatsApp dan meminta kode tersebut melalui pesan atau panggilan.
Aplikasi atau tautan yang mencurigakan juga tidak seharusnya dijadikan alasan untuk memberikan kode verifikasi, kata sandi, maupun informasi sensitif lainnya.
Demikian informasi mengenai cara membedakan aplikasi WhatsApp asli dan palsu.
Tonton: Stok Pertalite Turun Jadi 16 Hari, Bahlil Ungkap Penyebab Antrean BBM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News