KONTAN.CO.ID - Simak kegiatan setiap lebaran Ketupat pasca Idulfitri. Tradisi ini dirayakan oleh masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa, setelah perayaan Idulfitri.
Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal, setelah umat Islam menyelesaikan puasa sunnah enam hari.
Lebaran Ketupat tidak hanya identik dengan hidangan khas berupa ketupat, tetapi juga dipenuhi berbagai kegiatan yang sarat makna kebersamaan, syukur, dan silaturahmi.
Baca Juga: 30 Kata-kata untuk Halal Bihalal Keluarga untuk Mempererat Hubungan Kerabat
Sejarah Ketupat
Ketupat adalah makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur (daun kelapa muda), populer di Indonesia sejak abad ke-15.
Diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam di Jawa dengan pendekatan budaya.
Saat ini, tradisi masak dan makan ketupat menjadi simbol maaf (ngaku lepat) dan kesucian hati saat Lebaran.
Baca Juga: Ini 7 Tema Halal Bihalal Keluarga Agar Silaturahmi Makin Erat dan Berkesan
Makna dan Waktu Pelaksanaan Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jawa. Ketupat sering dimaknai sebagai simbol pengakuan kesalahan dan permohonan maaf, sejalan dengan semangat Idulfitri.
Tradisi ini dilaksanakan setelah puasa Syawal sebagai bentuk penyempurna ibadah sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Melansir laman Kemenag RI, tradisi ini dilaksanakan pada hari ke-8 pasca Idulfitri.
Baca Juga: Cara Pakai AirDrop iOS untuk Berbagi Foto & Video Lebaran Tanpa Internet
Kegiatan Utama
Salah satu kegiatan utama adalah membuat ketupat dari anyaman janur yang diisi beras, lalu dimasak hingga matang.
Proses ini biasanya dilakukan bersama keluarga, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Ketupat kemudian disajikan dengan berbagai lauk khas seperti opor ayam, sambal goreng ati, dan sayur labu.
Lebaran Ketupat juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial. Masyarakat saling berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, dan kerabat untuk berbagi hidangan dan memperkuat tali silaturahmi. Suasana kebersamaan ini menjadi inti dari perayaan.
Baca Juga: 30 Ucapan Idulfitri dengan Kalimat Taqabbalallahu, Doa agar Amal Diterima
Doa Bersama dan Tradisi
Di sejumlah daerah, masyarakat mengadakan doa bersama atau selamatan sebagai ungkapan syukur. Kegiatan ini biasanya berlangsung di masjid, mushola, atau rumah warga, diikuti dengan makan bersama dari hidangan yang dibawa masing-masing.
Beberapa daerah menggelar festival atau kirab ketupat yang meriah. Ketupat dihias dan diarak dalam berbagai bentuk menarik, bahkan ada yang diperebutkan sebagai simbol keberkahan. Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya.
Selain kegiatan tradisional, banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk rekreasi bersama keluarga. Berkunjung ke tempat wisata seperti pantai, taman, atau objek wisata lainnya menjadi pilihan untuk menikmati waktu libur.
Lebaran Ketupat bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial. Berbagai kegiatan yang dilakukan mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, dan upaya menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Tonton: Kebijakan WFH Berpotensi Tekan Pemasukan UMKM Makanan dan Minuman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News