Cara mengurangi risiko kanker, hindari makanan berikut

Selasa, 11 Mei 2021 | 10:55 WIB Sumber: Kompas.com
Cara mengurangi risiko kanker, hindari makanan berikut


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Selain faktor keturunan, beberapa bahan makanan juga dapat menjadi pemicu kanker. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko kanker, setiap orang disarankan menjalankan pola makan gizi seimbang dengan menghindari sejumlah makanan yang bisa menjadi pemicu kanker

Kanker adalah penyakit yang kompleks karena ada banyak jenis, dengan beragam penyebab potensialnya. Meskipun faktor genetik dapat berkontribusi pada perkembangan kanker, namun kita bisa mencegahnya dengan mengendalikan faktor eksternal, salah satunya gaya hidup. Faktanya, penelitian menunjukkan, 80-90 persen tumor ganas berkaitan dengan faktor eksternal.

Salah satu faktor gaya hidup terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pola makan. Sebab, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa makanan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari jenis kanker tertentu.

Makanan yang menjadi pemicu risiko kanker

Beberapa makanan dapat menjadi pemicu risiko diabetes tipe 2 dan obesitas, yang berhubungan dengan jenis kanker tertentu. Di samping itu, ada pula makanan lain yang mengandung karsinogen yaitu zat berbahaya yang mampu menyebabkan kanker.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa paparan karsinogen tidak selalu menyebabkan kanker. Itu tergantung pada genetika seseorang, serta tingkat dan durasi paparan karsinogen. Dengan mengingat hal ini, mari kita melihat makanan mana yang menjadi pemicu risiko berbagai jenis kanker sebagai berikut.

Baca juga: Bukan pagi, ini waktu tepat berjemur di bawah sinar matahari untuk dapat vitamin D

1. Daging olahan

Makanan yang menjadi pemicu risiko kanker adalah daging olahan. Daging olahan adalah semua jenis daging yang diawetkan dengan cara diasapi, diasinkan, diawetkan, atau dikalengkan.

Kebanyakan daging olahan adalah daging merah. Beberapa contoh daging merah yang telah diolah antara lain hot dog, sosis, daging kornet, dan dendeng. Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

Menurut sebuah penelitian tahun 2018, mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen yang disebut senyawa N-nitroso.

Mengasapi daging juga dapat menyebabkan karsinogenik hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH). Dalam ulasan tahun 2019, daging olahan merupakan faktor risiko utama kanker kolorektal dan penelitian yang berbeda menemukan bahwa itu juga terkait dengan kanker perut.

Kemudian, para peneliti juga menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Simak daftar makanan yang dapat memperbesar risiko kanker di halaman selanjutnya

Editor: Adi Wikanto
Terbaru