Hati-Hati Rawan Kasus Penculikan, Ini 6 Cara Mencegah Penculikan pada Anak

Minggu, 08 Januari 2023 | 08:00 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Hati-Hati Rawan Kasus Penculikan, Ini 6 Cara Mencegah Penculikan pada Anak


KONTAN.CO.ID -  Orangtua perlu mewaspadai tindakan penculikan anak-anak mengingat baru-baru ini terjadi kasus penculikan anak. 

Orangtua juga perlu ekstra hati-hati karena penculikan bisa mengarah kepada human trafficking atau kejahatan seksual.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Holy Ichda Wahyuni, memberikan tanggapan tentang kasus penculikan anak yang menghebohkan masyarakat baru-baru ini.

Menurut Holy, persoalan perlindungan anak, meski dianggap menjadi tanggung jawab sentral orang tua, namun upaya tersebut akan lebih optimal dengan pelibatan banyak pihak.

Baca Juga: Syarat, Biaya Pendaftaran, Materi Tes, dan Jadwal SNBT 2023 Pengganti UTBK-SBMPTN

“Kita bisa sebut dengan istilah "sekampung menjaga", artinya rasa kepedulian dan awareness juga harus dimiliki oleh setiap individu sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki keterkaitan kehidupan bersosial,” kata Holy, dikutip dari situs UM Surabaya.

Ia mencontohkan, ketika seseorang melihat seorang anak sendirian, atau gelisah di tempat yang sepi dan berpotensi menjadi korban tindakan penculikan, atau tindakan kekerasan lainnya.

Oleh karena itu sudah sewajarnya orang tersebut harus sigap menanyai keadaannya, dan mengkonfirmasi apakah dia sedang membutuhkan bantuan.

“Atau jika kita ingin lebih aman, kita bisa meminta bantuan orang di sekitar seperti petugas keamanan untuk turut serta, mengkonfirmasi keadaan anak tersebut,”imbuhnya lagi.

Cara mencegah penculikan pada anak

Holy memberikan sejumlah tips untuk melindungi anak dari upaya penculikan. Menurutnya untuk para orang tua, berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. 

1. Meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika bermain di luar rumah, bahkan bila perlu anak didampingi oleh anggota keluarga (orang dewasa, seperti kakak).

2. Memberi edukasi kepada anak, agar lebih waspada dan menolak ajakan orang tidak dikenal serta menolak pemberian orang tidak dikenal

3. Tidak mengenakan perhiasan berlebihan pada anak agar tidak mengundang kriminalitas.

4. Mengajari anak untuk mengetahui nama orang tua, alamat rumah, kontak orang tua.

5. Menghimbau agar anak menghindari menunggu jemputan di luar area sekolah, sebaiknya anak menunggu jemputan di dalam area sekolah.

6. Orang tua harus aktif mengenal lingkungan sekolah anak, termasuk mengenal guru-guru di sekolah, petugas keamanan sekolah.

Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi yang Wajib Diwaspadai dan Cara Mencegahnya

Hal ini dilakukan agar mereka dapat mawas ketika mengetahui yang menjemput anak bukan orang tua, melainkan orang lain yang dikhawatirkan memiliki maksud jahat.

Sementara itu sekolah memiliki peran untuk bertanggung jawab pada pengawasan bukan hanya saat jam pembelajaran, tetapi juga memastikan orang yang berkomunikasi atau menjemput anak setelah pembelajaran usai adalah benar-benar keluarga terdekat.

“Jika yang menjemput anak, bukan anggota keluarga yang biasanya, sekolah perlu mengonfirmasi dengan menghubungi nomor kontak orang tua siswa,”tegasnya lagi.

Terakhir, sekolah melaksanakan program pemberian edukasi tentang menolak ajakan orang tidak dikenal, menolak pemberian orang tidak dikenal, dan mitigasi ketika sedang diintimidasi orang asing sebagai upaya perwujudan sekolah ramah anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru