Mobil Listrik Laris, Ini Biaya Pasang DC Charger untuk Isi Baterai Lebih Cepat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Mobil Listrik Laris, Ini Biaya Pasang DC Charger untuk Isi Baterai Lebih Cepat

ILUSTRASI. Mobil Listrik Laris, Ini Biaya Pasang DC Charger untuk Isi Baterai Lebih Cepat


Reporter: Adi Wikanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penjualan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2026 ini terus meningkat. Berikut biaya pemasangan DC Charger untuk pengisian mobil listrik yang lebih cepat dibandingkan wall charger. 

Gaikindo mencatat total penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada Juni 2026 mencapai 12.653 unit, meningkat 36,2 persen dari satu bulan sebelumnya yang tercatat 9.290 unit. 

Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada Juni 2026 dengan penjualan mencapai 3.041 unit. Posisi kedua ditempati BYD Atto 1 yang membukukan 2.249 unit, disusul Geely EX2 sebanyak 1.618 unit. BYD M6 masih bertahan di papan atas dengan penjualan 827 unit.

Sementara Wuling Evision EV melengkapi lima besar setelah mencatatkan distribusi sebanyak 539 unit. Denza D9 berada di posisi keenam dengan 464 unit, diikuti MG S5 (449 unit), Geely EX5 (348 unit), Wuling Darion EV (306 unit), dan VinFast VF 3 (262 unit).

Baca Juga: Apakah Ada Cuti Bersama Tanggal 18 Agustus 2026? Intip Penjelasannya

DC Charger 

DC Charger bisa menjadi pilihan bagi pemilik kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian baterai dalam waktu lebih singkat. Namun, pemasangan perangkat ini di rumah membutuhkan kapasitas listrik besar dan investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan wall charger AC.

Ninis Ribang, Public Relation PT Tri Energi Berkarya (TEB), distributor perangkat pengisian kendaraan listrik, mengatakan DC Charger tetap memungkinkan dipasang di rumah. Hanya saja, pemilik kendaraan perlu memperhitungkan kebutuhan daya listrik dan biaya instalasinya.

Menurut Ninis, unit DC Charger dengan kapasitas paling rendah yang dimiliki TEB saat ini berada di kisaran 25 kW-30 kW.

"Kalau ada mesin DC Delta Charger, unit yang kami punya sekarang, contohnya paling kecil 25 kW atau 30 kW yang DC. Berarti daya yang kita butuhkan 33.000 VA minimal," ujar Ninis kepada Kompas.com di ICE BSD City, Tangerang.

Kebutuhan daya tersebut membuat pemasangan DC Charger di rumah berbeda dengan wall charger AC yang umumnya digunakan untuk pengisian kendaraan listrik dalam waktu lebih lama.

Selain kapasitas daya listrik, pemilik kendaraan juga perlu memperhitungkan kesiapan meteran, instalasi kelistrikan, material pendukung, serta sumber daya yang diperlukan untuk mengoperasikan perangkat.

Tonton: Mulai 2027, Syarat Monetisasi YouTube Naik 2 Kali Lipat

Harga DC Charger Mulai Rp130 Juta

Dari sisi perangkat, investasi DC Charger juga tidak murah. Ninis mengatakan, harga unit DC Charger dengan kapasitas tersebut dapat mencapai sekitar Rp130 juta. Nilai tersebut baru untuk perangkat atau mesin charger dan belum termasuk biaya pemasangan.

"DC itu secara harga lumayan mirip sama harga mobilnya. Kayak ini harganya Rp130 juta. Belum materialnya, ke meterannya, sumber dayanya itu belum. Baru unit mesinnya saja," jelas Ninis.

Artinya, konsumen perlu menyiapkan anggaran lebih besar dari Rp130 juta apabila ingin memasang DC Charger di rumah.

Biaya tambahan dapat berasal dari kebutuhan peningkatan kapasitas listrik, meteran, instalasi, kabel, material pendukung dan pekerjaan teknis lainnya. Besaran biaya tersebut tentunya dapat berbeda tergantung kondisi instalasi listrik dan spesifikasi charger yang digunakan.

Karena membutuhkan daya besar dan investasi tinggi, Ninis menilai DC Charger lebih sesuai untuk lokasi komersial atau area yang membutuhkan pengisian cepat.

"Makanya kenapa DC itu disarankan untuk residensial atau public, area komersial," kata dia.

Tonton: Outlook Obligasi 2026: Yield Naik, SRBI Justru Turun

Kapan DC Charger Cocok Dipasang di Rumah?

Meski demikian, kebutuhan setiap pemilik kendaraan listrik berbeda. DC Charger di rumah masih dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang memiliki lebih dari satu mobil listrik dan membutuhkan pengisian dalam waktu relatif singkat.

Untuk penggunaan sehari-hari dengan satu mobil listrik, wall charger AC dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan *home charging*. Pengisian dapat dilakukan dalam waktu lebih panjang, misalnya pada malam hari ketika kendaraan tidak digunakan.

"Sebenarnya kalau home charging ini memang diperuntukkan untuk ngecas di rumah sepanjang malam. Maksudnya yang waktunya panjang," ujar Ninis.

Persoalan bisa muncul ketika satu rumah memiliki dua mobil listrik yang digunakan setiap hari, sementara hanya tersedia satu charger.

Kedua kendaraan harus bergantian mengisi daya sehingga pemilik perlu menyesuaikan waktu pengisian dengan pola penggunaan masing-masing kendaraan.

"Kalau misalnya kita punya dua mobil dengan satu charger yang kita pasang, berarti kita otomatis harus gantian," katanya.

Menurut Ninis, pemilik dua mobil listrik yang sama-sama digunakan setiap hari dapat mempertimbangkan penambahan charger agar waktu pengisian lebih fleksibel.

"Kalau memang buat daily semuanya, kita memasangnya mungkin enggak cuma satu karena waktunya enggak cukup. Kecuali di kantornya ada DC atau di kantornya ada charger lagi, mungkin itu lebih aman," ujar Ninis.

Dengan demikian, pilihan antara DC Charger dan wall charger AC di rumah sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas listrik rumah, jumlah kendaraan, jarak tempuh harian, waktu kendaraan tidak digunakan, serta anggaran yang tersedia.

Bagi pengguna yang hanya membutuhkan pengisian rutin pada malam hari, wall charger AC umumnya lebih rasional dari sisi kebutuhan daya dan investasi. Sementara DC Charger lebih relevan bagi pengguna yang membutuhkan pengisian cepat dan memiliki kebutuhan mobilitas tinggi.





 


Sebagian artikel telah tayang di https://otomotif.kompas.com/read/2026/08/12/182100315/mau-pasang-dc-charger-di-rumah-atau-kantor-segini-estimasi-biayanya?source=terpopuler_artikel.



 

LRT City Mangkrak? Danantara Turun Tangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru