KONTAN.CO.ID - Simak panduan cara cek sebaran Abu Vulkanik secara online. Abu vulkanik dapat terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh, sehingga dampaknya tidak selalu terbatas pada wilayah yang berada tepat di sekitar gunung api.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada 6 September 2026.
Melansir laman BMKG, sebaran abu vulkanik berdampak pada sejumlah wilayah di bagian barat Indonesia dan mengganggu aktivitas penerbangan.
Beberapa bandara bahkan menghentikan sementara operasional penerbangan karena keberadaan abu vulkanik di wilayah udara.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Ini Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
Panduan Cek Sebaran Abu
Dalam situasi seperti ini, masyarakat dapat memantau potensi arah pergerakan abu menggunakan sejumlah layanan pemantauan cuaca dan vulkanologi.
Salah satu yang cukup mudah digunakan adalah Windy.com, yang dapat menampilkan pola angin dan berbagai parameter atmosfer untuk membantu memperkirakan ke mana abu berpotensi bergerak.
Selain Windy, informasi sebaiknya dibandingkan dengan sumber resmi seperti laman BMKG.
Baca Juga: Waspada! Ini Daerah Potensi Terkena Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau
Berikut beberapa cara yang dapat digunakan oleh masyarakat.
1. Cek Sebaran Abu Vulkanik di Windy.com
Laman Windy.com merupakan salah satu situs yang praktis digunakan untuk melihat kondisi atmosfer dan pergerakan berbagai jenis partikel di udara.
Windy menyediakan data prakiraan berbagai parameter atmosfer. Melalui integrasinya dengan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), Windy juga menyediakan prakiraan sejumlah aerosol, termasuk abu vulkanik, debu, polusi, dan partikel akibat kebakaran.
Cara melihat sebaran abu di Windy
- Buka situs Windy.com pada browser.
- Cari lokasi gunung api yang ingin dipantau.
- Buka menu Layers atau lapisan peta.
- Cari pilihan yang berkaitan dengan Air Quality/Aerosols atau Volcanic Ash jika tersedia pada tampilan yang digunakan.
- Perhatikan pola pergerakan partikel pada peta.
- Geser timeline untuk melihat prakiraan pada jam atau tanggal berikutnya.
- Gunakan informasi arah angin sebagai pembanding untuk melihat ke mana abu kemungkinan bergerak.
Windy menggunakan berbagai sumber model meteorologi dan menyediakan peta prakiraan yang dapat digunakan untuk melihat perubahan kondisi atmosfer dari waktu ke waktu.
Hasil di Windy merupakan model prakiraan, sehingga tidak selalu menggambarkan kondisi abu vulkanik secara persis di lapangan. Untuk kejadian erupsi, sebaiknya informasi dari Windy dibandingkan dengan data resmi aktivitas gunung api dan advisory abu vulkanik.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Jawa Barat, Ini Cara Melindungi Diri
2. Cek Informasi Resmi BMKG
Untuk mengetahui apakah sebuah gunung api sedang mengalami erupsi dan bagaimana status aktivitasnya, masyarakat Indonesia dapat menggunakan link BMKG: https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik
Informasi resmi mengenai kondisi arah mata angin penting digunakan untuk mengetahui kondisi rekomendasi keselamatan.
Sementara itu, peta atau model sebaran dapat digunakan sebagai informasi tambahan untuk memperkirakan wilayah yang berpotensi terdampak.
Informasi seperti ini berguna untuk mengetahui jalur sebaran abu berdasarkan ketinggian, dan tidak sekadar melihat arah angin di permukaan.
Tonton: PPPK Guru Bakal Jadi Pegawai Pemerintah Pusat? Ini Nasib Guru Paruh Waktu dan Anggarannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News