Panduan Kemenkes dan WHO, ini batas konsumsi garam dan gula per hari

Selasa, 17 Agustus 2021 | 21:15 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Panduan Kemenkes dan WHO, ini batas konsumsi garam dan gula per hari


KONTAN.CO.ID - Batas konsumsi garam dan gula per hari perlu diketahui oleh masyarakat. Sebab, garam dan gula adalah bahan yang tidak bisa lepas dari konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. 

Garam maupun gula seringkali menjadi bumbu pelengkap masakan dan selalu ada di setiap jenis makanan. Garam dan gula sebenarnya diperlukan tubuh. 

Garam berguna untuk mengimbangkan kadar cairan dalam tubuh. Sementara gula merupakan salah satu zat yang penting untuk tubuh.

Ketika gula masuk ke dalam darah, gula diubah menjadi glukosa yang diserap oleh sel-sel tubuh dan menghasilkan energi. 

Meski demikian, konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam darah. Hal ini menyebabkan volume darah meningkat.

Sehingga, tekanan darah juga naik dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lain, seperti penyakit jantung, stroke, maupun tekanan darah tinggi. 

Sedangkan kelebihan gula bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, serta memicu diabetes tipe 2. 

Lantas berapa batas konsumsi garam dan gula per hari? 

Baca Juga: Apa itu wasir? Ini penyebab, gejala, dan obatnya

Batas konsumsi garam per hari

Batas konsumsi garam per hari idealnya 1 sendok teh. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, anjuran konsumsi garam dari Kemenkes adalah 2000 mg natrium atau setara dengan garam 1 sendok teh (sdt) /orang /hari (5 gram/orang/hari). 

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) juga memberikan rekomendasi batas konsumsi garam per hari. 

Dikutip dari laman resmi WHO, berikut batas konsumsi garam per hari:

  1. Batas konsumsi aman garam per hari untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram atau kurang dari satu sendok teh.
  2. Batas konsumsi garam per hari untuk anak-anak (usia di bawah 15 tahun), disesuaikan dengan kebutuhan tubuh mereka. Dengan catatan, tak melebihi batas maksimal konsumsi aman garam untuk orang dewasa. 
  3. WHO tak merekomendasikan untuk memberikan garam kepada anak yang berada pada periode pemberian ASI eksklusif (0-6 bulan) dan anak dalam periode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yaitu usia 6-24 bulan. 

WHO juga mengimbau agar semua garam yang dikonsumsi harus diperkaya dengan iodine atau yodium. 

Yodium adalah zat yang sangat penting untuk perkembangan otak pada janin dan anak kecil, serta mengoptimalkan fungsi mental orang pada umumnya.

Baca Juga: Cara mudah mengobati ambeien menggunakan obat alami

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru