KONTAN.CO.ID - Simak tema dan kegiatan Hari Raya Waisak 2570 BE. Pada Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) yang diperingati pada 31 Mei 2026 mengangkat tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Melansir laman BIMAS Buddha Kemenag, tema tersebut menjadi pesan utama bagi umat Buddha untuk terus mengamalkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan kedamaian, harmoni, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Peringatan Waisak tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ajakan untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta membangun kehidupan yang damai di tengah keberagaman.
Baca Juga: Trump Puji Presiden FIFA Infantino Jelang Undian Piala Dunia 2026 di AS
Makna Tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”
Tema Waisak 2570 B.E. menekankan pentingnya ajaran Dharma sebagai pedoman hidup yang mampu menciptakan ketenangan batin dan kedamaian sosial.
Nilai-nilai seperti kasih sayang, welas asih, toleransi, pengendalian diri, dan kebijaksanaan menjadi landasan penting dalam menjaga hubungan antarmanusia maupun hubungan dengan alam sekitar.
Melalui tema tersebut, umat Buddha diajak untuk:
- Menghindari konflik dan kebencian
- Menumbuhkan sikap toleransi
- Memperkuat persaudaraan
- Menjaga keharmonisan sosial
- Peduli terhadap lingkungan hidup.
Baca Juga: Selamat Hari Raya Suci Pagerwesi 2026, Ini 30 Ucapan untuk Raih Kedamaian Sejati
Rangkaian Kegiatan Waisak 2570 B.E
Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2026, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Dirjen Bimas Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan umat Buddha di berbagai daerah Indonesia.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
1. Sebulan Pendalaman Dhamma
Kegiatan ini mencakup pembacaan paritta di vihara, cetiya, dan kampus Buddha. Selain itu, umat juga melaksanakan Atthasila atau upavasa selama satu bulan penuh sebagai bentuk latihan spiritual dan pengendalian diri.
2. Gerakan Ekoteologi dan Peduli Lingkungan
Tema perdamaian dunia juga diwujudkan melalui aksi peduli lingkungan seperti:
- Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Bersih-bersih rumah ibadah
- Edukasi eco enzyme
- Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup
Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari praktik Dharma.
Baca Juga: 7 Desember Memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan, Ketahui Sejarahnya
3. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Berbagai aksi sosial turut mewarnai peringatan Waisak 2026, di antaranya:
- Donor darah
- Pengobatan gratis
- Santunan anak yatim piatu
- Karya bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan
Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata nilai welas asih dan kepedulian terhadap sesama.
4. Vesak Festival dan Indonesia Walk for Peace
Perayaan Waisak juga diramaikan dengan Vesak Festival 2026 yang menjadi ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha.
Selain itu, terdapat perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur sebagai simbol perdamaian dan persatuan.
Baca Juga: Tema Hari Epilepsi atau Purple Day 2026: Dukungan Penuh bagi Penderita
Puncak Perayaan Waisak 2026
Puncak Hari Raya Waisak 2570 B.E. akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 melalui Puja Bhakti di vihara, cetiya, sekolah, dan candi Buddha di seluruh Indonesia.
Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sannipata Nusantara 2026 yang direncanakan berlangsung pada 14 Juni 2026.
Melalui tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, peringatan Waisak 2026 diharapkan mampu memperkuat persatuan, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Dharma tidak hanya dipraktikkan dalam ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata yang membawa kedamaian bagi sesama dan lingkungan sekitar.
Tonton: Eks Bos Vale Pimpin BUMN Baru Prabowo! Danantara Siap Ambil Alih Ekspor SDA RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News