Usia 25 tahun, berikut 4 hal yang sebaiknya Anda capai

Selasa, 18 Mei 2021 | 22:10 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Usia 25 tahun, berikut 4 hal yang sebaiknya Anda capai

KONTAN.CO.ID - Beberapa waktu lalu Usia 25 sempat trending topic dan membuat heboh dunia maya. 

Salah satu sumbernya berasal dari sebuah konten gambar bertuliskan, "Usia 25 tahun idealnya punya apa? Punya kendaraan pribadi. Gaji minimal Rp 8 juta. Tabungan Rp 100 juta. Cicilan rumah sisa 20 persen lagi beres".

Hal-hal tersebut sebenarnya tidak bisa dijadikan standar pencapaian hidup bagi seseorang berusia 25 tahun.

Sebab, setiap orang memiliki pencapaian yang berbeda-beda. Semua orang memiliki keputusan dan masalah yang berbeda-beda.

Meski demikian, ada beberapa hal yang seharusnya sudah bisa Anda capai ketika usia menginjak 25 tahun. 

Baca Juga: Pemerintah patok defisit APBN 2023 maksimal 2,97% dari PDB, setara Rp 589,2 triliun

4 Hal yang sebaiknya dicapai saat berusia 25 tahun 

Dirangkum dari keterangan resmi Lifepal, berikut adalah 4 hal yang sebaiknya dicapai saat seseorang berusia 25 tahun dari Perencana Keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal Aulia Akbar, CFP®:

1. Punya dana darurat dengan jumlah sesuai

Seseorang yang telah berusia 25 tahun idealnya telah memiliki penghasilan tetap. Ada tiga hal yang harus disiapkan seseorang yang berusia 25 tahun, di antaranya menyiapkan dana darurat, mulai mempersiapkan dana hunian, dan dana pensiun.

Seseorang yang berusia 25 tahun, lajang, berpenghasilan tetap, tak memiliki utang, serta tanggungan, cukup dengan dana darurat minimal setara 3 kali pengeluaran bulanan. 

Jika seorang lajang menyimpan dana darurat dalam jumlah yang terlalu besar, maka semakin besar pula jumlah dana mengendap di rekening yang sifatnya kurang produktif. Sebaiknya, dana tersebut diinvestasikan untuk tujuan finansial ke depan.

Namun, bagi seseorang berusia 25 tahun yang sudah berumahtangga dan berstatus pencari nafkah idealnya memiliki dana darurat dengan jumlah minimal 6 kali pengeluaran bulanan. 

Sebab, banyak pengeluaran tak terduga yang mungkin saja muncul di kemudian hari. 

Baca Juga: BEI suspensi saham Sritex (SRIL) usai penundaan pembayaran MTN

2. Aset lancar yang ideal

Tabungan, kas, dan setara kas tergolong sebagai aset lancar. Jumlah aset lancar minimal adalah 15% dari kekayaan bersih.

3. Punya alokasi dana untuk manajemen risiko

Ketika jatuh sakit, tentu saja Anda akan keluar biaya yang tidak sedikit. Sebagai langkah preventif, penting sekali untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit dan memiliki gaya hidup sehat. 

Namun jangan sepelekan juga jaminan kesehatan, asuransi kesehatan, akan menanggung biaya yang muncul di saat Anda harus menjalani rawat inap maupun rawat jalan. Risiko finansial yang Anda alami akan ditransfer ke perusahaan asuransi terkait.

Jika Anda sudah memiliki tanggungan di usia 25 tahun, miliki pula asuransi jiwa. Asuransi jiwa akan memitigasi risiko hilangnya pendapatan jika si pencari nafkah meninggal dunia.

Baca Juga: Pendapatan Bumi Resources (BUMI) turun 28,95% menjadi US$ 790,43 juta di 2020

4. Punya aset investasi 

Jika memang dana darurat dan proteksi sudah dimiliki, mulailah rutin menyisihkan dana untuk membeli aset investasi. Namun, ketahuilah terlebih dulu soal tujuan-tujuan finansial Anda sebelum berinvestasi.

Tentukan apa yang ingin Anda capai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Lalu belilah aset investasi sesuai dengan waktu investasi Anda.

Jika Anda berkeinginan memiliki hunian sebelum menikah, maka dana hunian bisa dijadikan investasi jangka pendek. 

Anda bisa mulai berhitung kemampuan keuangan dan kebutuhan hunian yang sesuai. Pilihlah instrumen keuangan rendah risiko atau volatilitas untuk merealisasikan tujuan itu.

Jika untuk jangka panjang Anda menginginkan masa tua yang nyaman dan bebas finansial maka perlud menyediakan dana pensiun. 

Jangan ragu untuk memulai investasi sedini mungkin jika keamanan finansial Anda sudah ada. Semakin dini memulai, semakin ringan pula proses investasi Anda.

Patut diingat, risiko dan imbal hasil dalam investasi berbanding lurus. Jika risikonya rendah tentu saja imbal hasilnya juga rendah, begitu pun sebaliknya.  

Selanjutnya: IHSG naik tipis 0,01% ke 5.834 pada akhir perdagangan Selasa (18/5)

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru