Cara-cara untuk mengusir hama tikus dari rumah, bisa pakai rempah dapur!

Senin, 31 Mei 2021 | 16:47 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Cara-cara untuk mengusir hama tikus dari rumah, bisa pakai rempah dapur!

ILUSTRASI. Cara-cara untuk mengusir hama tikus dari rumah, bisa pakai rempah dapur!

KONTAN.CO.ID -  Selain kecoa, tikus menjadi hama yang berbahaya untuk kesehatan keluarga di rumah. Tikus membawa banyak penyakit yang ditularkan dari kotoran dan air seni nya. 

Swastiko Priyambodo, ahli tikus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan jika tikus atau Rodentia merupakan ordo terbesar (40 persen) dari kelas mamalia dengan spesies terbanyak. 

Meskipun memiliki jumlah yang banyak, tikus yang merupakan hama hanya berjumlah sembilan spesies dan tiga diantaranya bersifat kosmopolit. 

Ketiga tikus tersebut adalah Rattus norvegicus (tikus riul), Rattus rattus diardii (tikus rumah) dan Mus musculus (mencit rumah). 

“Tiga tikus inilah yang sering kita jumpai di rumah dan sering mengganggu aktivitas kita di rumah,” jelas Swastiko seperti dilansir dari laman IPB. 

Langkah awal pengendalian tikus yang perlu dilakukan yaitu melakukan inspeksi tanda kehadiran tikus di rumah. Inspeksi tersebut diantaranya adalah:

1. Feses atau kotoran.
2. Kerusakan yang ditimbulkan.
3. Sarang, suara tikus, jejak kaki dan ekor tikus.
4. Tanda atau noda olesan, jalan atau runway tikus.
5. Urin dan ekskresi bau tikus baik yang hidup maupun yang sudah mati.

Baca Juga: Banyak kecoa di rumah? Usir dengan 7 tips mudah dan alami ini

Cara membasmi dan mengusir tikus

Swastiko menyampaikan jika ada lima metode pengendalian yang diterapkan untuk mengusir tikus. 

“Sebenarnya ada banyak cara pengendalian yang bisa kita lakukan, tetapi secara umum dapat dikelompokkan menjadi lima metode pengendalian, yaitu kultur teknis, sanitasi, fisik-mekanis, biologi dan kimiawi,” jelasnya. 

Kultur teknis dan biologi seperti yang dipaparkan Swastiko, lebih cocok diterapkan di lingkungan pertanian dan perkebunan untuk mengusir hama tikus. 

Sedangkan untuk di pemukiman seperti di rumah lebih pas menggunakan  teknik sanitasi, fisik-mekanis dan kimiawi.

Teknik sanitasi sulit diaplikasikan di perkebunan karena ruang lingkupnya yang cukup luas dibandingkan di pemukiman. 

Metode ini bisa dilakukan dengan membersihkan hal-hal yang bisa menarik kemunculan tikus. Makanan dan sarang tikus menjadi sumber utama tikus muncul di rumah. 

Metode mekanis dilakukan dengan mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Caranya cukup mudah yaitu menutup rapat celah yang ada di bangunan agar tikus tidak dapat masuk ke dalam rumah. 

Gunakan bahan yang kuat agar tikus tidak dapat menggerogoti seperti bahan dari logam. 

Suara jangkrik dan perangkap untuk mengusir tikus

Swastiko juga menyarankan untuk menggunakan gelombang gelombang elektromagnetik, suara ultrasonik maupun menggunakan bahan tumbuhan atau rempah-rempah untuk mengusir tikus dari rumah. 

“Kalau menggunakan suara, tikus akan berusaha mencari sumber suara dan berusaha supaya suara tersebut tidak berbunyi lagi, sementara kalau menggunakan bahan rempah, tingkat efektivitasnya belum sampai 100 persen dan baru bisa mengusir tikus untuk sementara waktu saja,” paparnya. 

Suara jangkrik bisa dimanfaatkan untuk media mengusir tikus menggunakan suara ultrasonik. Bawang putih, merica, cabai rawit, dan bintaro adalah rempah yang bisa digunakan untuk mengusir tikus. 

Perangkap tikus seperti perangkap hidup dan perangkap mati bisa digunakan untuk mengusir bahkan membasmi hama pengerat ini. 

Cuci perangkap menggunakan sabun, air panas atau air cucian beras. Cara ini bisa menghilangkan bekas feromon sehingga tikus lain tidak curiga. 

Taruh umpan seperti daging ayam atau makanan tinggi protein lainnya pada jebakan . Taruh perangkap tersebut di area yang sering dilewati oleh tikus. 

Untuk teknik kimiawi, bisa dilakukan dengan menggunakan rodentisida, fumigan, atraktan, repelen maupun kemosterilan. 

Rodentisda bisa menggunakan umpan yang menarik untuk tikus namun tidak dengan hewan lainnya. Teknik ini bisa diterapkan di rumah atau area pemukiman. Sedangkan metode atraktan, repelen, dan kemosterilan bisa diterapkan di perkebunan atau pertanian.

Selanjutnya: 10 manfaat baking soda, dari pemutih gigi hingga bisa jadi deodorant alami

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tiyas Septiana
Terbaru