Doa Awal Ramadan yang Diajarkan Rasulullah

Jumat, 28 Februari 2025 | 18:48 WIB   Reporter: Handoyo
Doa Awal Ramadan yang Diajarkan Rasulullah

ILUSTRASI. Mengawali bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia dianjurkan untuk membaca doa agar diberi keselamatan.


RAMADAN - JAKARTA. Umat Islam Indonesia memasuki bulan Ramadhan 1446 H. Dalam mengawali bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa agar diberi keselamatan.

Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw dalam riwayat Imam At-Thabrani dan Imam Ad-Dailami. Hal ini sebagaimana dikutip NU Online dalam artikel berjudul Doa Awal Bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
 
Selain doa di atas, ada doa lain yang dipanjatkan Rasulullah saw pada awal bulan Ramadhan dalam riwayat Imam Abu Dawud sebagai berikut.

 هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ )مرتين(، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ )ثَلاث مرات(، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya, “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini,” (HR Abu Dawud).

Baca Juga: 5 Tips Sehat Memilih Menu Sahur Agar Puasa Tetap Lancar Menurut Kementerian Kesehatan

Di samping itu, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menyampaikan redaksi lain doa awal bulan Ramadhan tersebut. Hal demikian sebagaimana termaktub dalam kitab Ithafu Ahlil Islam bi Khushushiyyatish Shiyam (109).

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ

Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Artinya, “Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”

 

Selanjutnya: Melonjak 224,71%, Japfa (JPFA) Cetak Laba Rp 3,01 Triliun di Tahun 2024

Menarik Dibaca: IDEC 2025 Dorong Inovasi di Industri Kesehatan Gigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo
Terbaru