Hanya di Wilayah Ini, SIM Mati Tak Perlu Bikin Baru dan Bisa Langsung Perpanjang

Jumat, 18 Februari 2022 | 10:43 WIB Sumber: Kompas.com
Hanya di Wilayah Ini, SIM Mati Tak Perlu Bikin Baru dan Bisa Langsung Perpanjang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surat Izin Mengemudi (SIM) mati tak perlu bikin baru dan bisa langsung perpanjang dengan beberapa persyaratan.

Padahal, dalam aturan yang berlaku, biasanya Surat Izin Mengemudi (SIM) mati yang sudah lewat masa perpanjangan harus kembali membuat SIM baru dari awal.

Ini merupakan program dispensasi dari Korlantas Polri di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 3.

Adapun pemberlakuan PPKM level 3 berada di sejumlah wilayah aglomerasi, mulai dari Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, sampai Bali.

Peraturan tersebut tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 Wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga: Bisa Online, Ini Biaya, Syarat dan Cara Membuat atau Perpanjang SIM A & C

Bagi yang wilayahnya masuk dalam PPKM level 3, aktivitasnya akan dibatasi demi menekan jumlah kasus penularan virus Covid-19 varian Omicron.

Oleh karena pembatasan aktivitas tersebut, Korlantas Polri memberikan dispensasi perpanjang SIM mati pada Februari 2022 ini.

SIM Mati Bisa Diperpanjang

Program dispensasi SIM mati bisa diperpanjang ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan SIM Ditregident Korlantas Polri, Kompol Faisal Andri.

"Bagi pemegang SIM yang habis masa berlakunya pada tanggal 8 sampai dengan 14 Februari 2022, dapat diperpanjang pada tanggal 15 sampai dengan 21 Februari 2022, dengan mekanisme perpanjangan," ujar Faisal Andri, dilansir dari Kompas.com, Minggu (13/2/2022).

Namun, menurut Faisal Andri tidak semua pemohon yang SIM-nya mati bisa diperpanjang. 

Baca Juga: Pemohon SIM A dan C Bakal Diwajibkan Tes Psikologi, Ini Alasannya

Kabarnya, jumlah pemohon di Satpas SIM juga dibatasi selama PPKM level 3 sesuai dengan aturan yang berlaku.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru