Ini 6 tanda hubungan Anda sudah tidak lagi sehat, hati-hati mencermati

Selasa, 19 Januari 2021 | 14:45 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Ini 6 tanda hubungan Anda sudah tidak lagi sehat, hati-hati mencermati

KONTAN.CO.ID -  Suatu hubungan berjalan baik dan sehat jika Anda dan pasangan bisa merasa nyaman dan aman saat bersama.

Sayangnya tidak semua orang memiliki hubungan yang sehat. Tidak jarang mereka terjebak dengan orang yang abusive atau manipulatif. 

Imbasnya, hubungan mereka berubah menjadi tidak sehat bahkan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. 

Hubungan yang tidak sehat, dikutip dari Time, merupakan hubungan yang terus membuat pasangan tidak nyaman dan lelah. 

Menurut dr. Kristen Fuller, psikolog spesialis kesehatan mental melalui Time, mengatakan dampak toxic relationship bisa dialami salah satu pasangan atau keduanya.

Dampak tersebut bisa secara mental, emosional, hingga fisik pasangan. Agar terhindar dari hubungan yang tidak diinginkan, Anda perlu mengenali ciri-cirinya.

Merangkum Healthline dan Psychology Today, berikut tanda-tanda hubungan Anda sudah tidak lagi sehat. 

  • Komunikasi yang buruk

Hubungan yang sehat ditandai dengan komunikasi dua arah yang baik. Jika komunikasi dipenuhi kalimat sindiran dan ejekan, bukan tanda hubungan Anda sehat. 

Hal ini juga menyebabkan berkurangnya komunikasi karena ingin menghindari kata-kata kasar. 

Selain kata-kata yang tidak pantas, komunikasi yang buruk juga terlihat dari siapa yang mendominasi. 

Jika salah satu selalu mendominasi percakapan dan terkesan tidak acuh, bisa menjadi tanda komunikasi memburuk. 

Baca Juga: Hati-hati! Inilah 5 tanda pasangan yang posesif

  • Selalu disalahkan dan merasa bersalah

Jika terjadi konflik, salah satu pasangan selalu menjadi yang tertuduh.

Apapun masalahnya hanya satu pihak yang disalahkan. Anda juga tidak diberi kesempatan untuk membela diri jika masalah muncul.

Jika terus terjadi, Anda seperti dicuci otak dan menganggap diri Anda selalu salah. Hal ini sangat tidak baik untuk kesehatan mental Anda. 

Beberapa kasus bahkan melibatkan kekerasan fisik, karena salah satu pihak merasa selalu benar. 

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru