Ini kiat mengasuh anak generasi digital, jangan pakai cara jadul

Senin, 21 Juni 2021 | 15:17 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Ini kiat mengasuh anak generasi digital, jangan pakai cara jadul

ILUSTRASI. Ini kiat mengasuh anak generasi digital, jangan pakai cara jadul.

KONTAN.CO.ID -  Jakarta. Anak yang lahir di generasi digital dengan generasi sebelumnya tentu memiliki perbedaan pengetahuan yang cukup besar. 

Pengasuhan dengan cara jaman dahulu atau jadul tentu tidak tepat diterapkan kepada anak-anak generasi digital. 

Setiap generasi pastinya memiliki karakteristiknya masing-masing. Dari karakter inilah orang tua bisa menerapkan pola pengasuhan yang tepat. 

Orang tua di generasi digital saat ini penting untuk mengetahui karakteristik anak mereka. Dengan mengetahui karakteristik mereka, Anda bisa lebih mudah memilih pola parenting yang pas. 

Bersumber dari situs Universitas Gadjah Mada (UGM), orang tua saat ini masuk dalam generasi imigran digital dimana mereka lahir sebelum media digital ada. 

Sedangkan anak-anak mereka merupakan generasi digital karena lahir saat media digital sudah ada. Perbedaan ini membuat banyak orang tua mungkin menghadapi kesulitan saat mendidik buah hati. 

“Dengan mengetahui karakteristik masing-masing generasi digital khususnya digital native harapannya tenaga pendidik dan orang tua dapat memahami sehingga dapat menentukan cara yang sesuai untuk mengarahkan anak,” jelas Wirdatul Anisa, Psikolog CPMH Fakultas Psikologi. 

Karakteristik anak generasi digital

Anak yang lahir di generasi digital atau bahkan digital native menunjukkan beberapa karakteristik yang khas. 

Seperti dikutip dari situs UGM, karakteristik yang melekat pada anak generasi digital diantaranya:

  • Memiliki wawasan yang luas.
  • Menyukai kebebasan. 
  • Menikmati lingkungan online. 
  • Aktif mengemukakan identitas diri. 
  • Ingin memiliki kontrol terhadap sesuatu. 
  • Mampu beradaptasi dengan teknologi. 
  • Bergantung pada teknologi.
  • Kemampuan multitasking. 

Dari karakteristik tersebut pola asuh yang perlu Anda terapkan tentu berbeda dengan cara orang tua Anda mengasuh Anda dulu. 

Baca Juga: Pahami sejak sekarang, ini tanda-tanda Anda mengalami kelelahan pernikahan

Pola pengasuhan anak generasi digital

Nurul Kusuma, salah satu psikolog CPMH lainnya menjelaskan jika pengasuhan digital merujuk pada bagaimana orang tua mendampingi anak sehingga mereka bisa memaksimalkan manfaat dan meminimalisir dampak negatif lingkungan digital. 

“Modal utama dalam pola pengasuhan digital adalah komunikasi orang tua terhadap anak,” tegas Nurul seperti dikutip dari situs UGM.

Orang tua diimbau untuk hadir dalam keseluruhan pengasuhan mulai dari edukasi awal hingga evaluasi penggunaan media digital. 

Nurul menjelaskan jika tahapan pengasuhan media digital diantaranya adalah:

  • Memberikan pemahaman tentang media digital. 
  • Orang tua hadir saat anak beraktivitas dengan media digital. 
  • Penerapan aturan untuk anak tentang media digital. 
  • Menggunakan alat bantu kontrol dan monitor aktivitas digital anak. 

Untuk praktik pengasuhannya, ada beberapa hal yang perlu diterapkan diantaranya:

  • Mengenal dampak positif dan negatif era digital. 
  • Meningkatkan literasi digital. 
  • Memberikan arahan untuk memilih informasi internet yang benar. 
  • Melakukan evaluasi bersama dengan anak tentang konten internet. 
  • Menciptakan lingkungan digital yang sehat. 
  • Mengenalkan etika saat berinteraksi di dunia maya.

Selanjutnya: 10 manfaat baking soda, dari pemutih gigi hingga bisa jadi deodorant alami

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru