Kapan saat berjemur yang baik? Ini jawaban Kementerian Kesehatan

Kamis, 22 Juli 2021 | 10:51 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Kapan saat berjemur yang baik? Ini jawaban Kementerian Kesehatan

ILUSTRASI. Berikut informasi mengenai hubungan antara sinar matahari dengan vitamin D, serta kapan saat berjemur yang baik. REUTERS/Violeta Santos Moura

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, angka penyebaran Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus dengan meningkatkan imunitas. Salah satunya, dengan memasok tubuh dengan vitamin D.  

Melansir Tribunnews.com, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah pernah mengatakan bahwa vitamin D bisa membuat seseorang tidak tertular Covid-19.  

Berikut informasi mengenai hubungan antara sinar matahari dengan vitamin D, serta kapan saat berjemur yang baik dari Kementerian Kesehatan.

Sinar matahari penting untuk pembentukan vitamin D, yang diperlukan untuk pembentukan tulang baru. Di negara yang kurang sinar matahari diperlukan suplemen vitamin D yang cukup.

Baca Juga: Ada 3 jenis sistem imun tubuh manusia, begini cara kerjanya

Berdasarkan hasil penelitian Menzies Research Institute, Hobart Australia, anak-anak tidak akan tumbuh optimal atau bahkan terhenti pertumbuhannya jika kurang memperoleh vitamin D. Agar vitamin D cukup, sekurang-kurangnya seorang anak harus terpapar matahari selama 8 jam dalam seminggu (Kutub Selatan).

Sementara, untuk anak atau orang dewasa di Indonesia, cukup terpapar sinar matahari pagi dan sore selama 5 sampai 15 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk berjemur di bawah sinar matahari?

Menurut Kementerian Kesehatan, pengaktifan vitamin D dapat terjadi dengan bantuan sinar matahari. Saat berjemur yang terbaik adalah paparan sinar matahari pagi sejak terbit sampai jam 09.00 dan sore jam 15.00 sampai matahari terbenam selama 10 hingga 15 menit.

Baca Juga: Vitamin D: Super hormon yang bermanfaat menangkal Covid-19 hingga kanker

Berikut adalah sejumlah makanan yang mengandung sumber vitamin D:

  • berbagai jenis ikan laut 
  • minyak ikan 
  • ikan salmon 
  • ikan tuna 
  • susu dan produk olahannya 
  • jamur 
  • hati 
  • kuning telur

Selanjutnya: Suka Berjemur Saat PPKM? Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Berjemur, Ya

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru