Punya masalah mendengkur alias ngorok? Ini cara sederhana untuk menguranginya

Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB Sumber: Channel News Asia
Punya masalah mendengkur alias ngorok? Ini cara sederhana untuk menguranginya

ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - Mendengkur alias ngorok bukanlah kabar baik bagi pasangan tidur Anda dan diri Anda sendiri. Coba cara sederhana ini untuk menguranginya.

Terlepas dari kebisingan malam yang membuat semua orang di sekitar Anda terjaga, mendengkur atawa ngorok bukanlah pertanda Anda tidur nyenyak juga, lo. 

Faktanya, pasangan Anda mengeluh bahwa Anda tidak hanya mendengkur keras tetapi juga terdengar seperti terengah-engah atau tersedak saat tidur. kalau sudah begini, Anda mungkin menderita apnea tidur obstruktif (OSA).

Cukup mengkhawatirkan, karena otot di bagian belakang tenggorokan Anda rileks dan kolaps saat tidur, bahkan saat Anda mencoba bernapas. Ini menutup jalan napas dan memicu penurunan suplai oksigen ke organ Anda, terutama otak.

Untuk membuat Anda tetap hidup, tubuh beralih ke mode perlindungan diri dan memaksa Anda untuk bangun sebentar untuk membuka jalan napas lagi, Dr Tan Teck Shi, pimpinan klinis untuk lokakarya pernapasan di SingHealth Polyclinics, Singapura, mengatakan.

Baca Juga: 5 Gangguan tidur ini bikin ngantuk sepanjang hari

Inilah mengapa, pasien OSA mendengkur lebih keras dan lebih keras seperti kresendo. Kemudian, dengkuran berhenti dan diikuti dengan napas yang terdengar seperti mendengus. "Simfoni" ini berulang lagi sepanjang malam.

Dan, OSA ternyata adalah kondisi umum yang terlihat di antara orang Singapura. Menurut Dr Tan, lebih dari 1.000 pasien mengunjungi SingHealth Polyclinics setiap bulan, dan mereka mengeluhkan kondisi mendengkur.

Diagnosis sudah keluar dan Anda memang mengidap OSA. Lalu, apa langkah berikutnya? 

Salah satu cara sederhana adalah tidur miring. "Pasien cenderung lebih sedikit mendengkur dalam posisi ini dibandingkan tidur telentang," kata Dr Tan kepada Channel News Asia.

Baca Juga: Anda susah tidur? Ini beberapa penyebabnya

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru