KONTAN.CO.ID - Hari Lupus Sedunia atau World Lupus Day kembali diperingati pada Minggu, 10 Mei 2026. Pada tahun ini, kampanye global mengusung tema “Make Lupus Visible” yang berarti “Membuat Lupus Terlihat”.
Tema tersebut diangkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala lupus yang sering tidak terlihat secara langsung, tetapi berdampak besar pada kehidupan penderitanya.
Kampanye ini dipimpin oleh World Lupus Federation bersama berbagai komunitas kesehatan dan organisasi lupus di dunia.
Baca Juga: Cek Tema Hari Kesehatan Dunia 2026: Dampak Besar Kolaborasi dengan One Health
Apa Itu Lupus?
Lupus merupakan penyakit autoimun kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai organ seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Penderita lupus sering mengalami gejala yang datang dan pergi atau disebut flare. Tingkat keparahan penyakit juga dapat berbeda pada setiap orang.
Beberapa gejala lupus yang umum meliputi:
- Kelelahan kronis
- Nyeri dan pembengkakan sendi
- Ruam kemerahan pada kulit
- Sensitif terhadap sinar matahari
- Demam tanpa sebab jelas
- Rambut rontok
- Gangguan ginjal dan organ lainnya.
Baca Juga: 4 Februari Peringatan Hari Kanker Sedunia: Ini Makna & Sejarah Pentingnya
Tema Hari Lupus Sedunia 2026: Make Lupus Visible
Melansir laman World Lupus Federation, Tema “Make Lupus Visible” dipilih untuk menyoroti berbagai tantangan yang sering tidak terlihat dari penderita lupus. Banyak penyintas lupus tampak sehat dari luar, padahal mereka mengalami rasa sakit, kelelahan, dan gangguan kesehatan yang berat.
Kampanye ini bertujuan membuat masyarakat lebih memahami bahwa lupus bukan penyakit yang bisa dianggap ringan.
Selain itu, tema tersebut juga mendorong peningkatan empati terhadap penderita lupus yang kerap menghadapi stigma maupun kurangnya pemahaman lingkungan sekitar.
Baca Juga: Sejarah Hari WFH Sedunia Setiap 10 April: Transformasi Kerja Ini Ubah Gaya Hidup
Gerakan “Put on Purple”
Sebagai bagian dari kampanye global, masyarakat diajak mengikuti gerakan “Put on Purple” dengan mengenakan pakaian atau aksesori berwarna ungu selama Hari Lupus Sedunia.
Warna ungu menjadi simbol solidaritas bagi penderita lupus di seluruh dunia. Selain mengenakan warna ungu, masyarakat juga didorong membagikan informasi edukatif tentang lupus melalui media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran publik.
Pentingnya Diagnosis Dini Lupus
Salah satu fokus utama kampanye tahun 2026 adalah mendorong diagnosis dini lupus agar pasien dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat.
Diagnosis lupus sering terlambat karena gejalanya mirip dengan berbagai penyakit lain. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, lupus dapat memicu komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, gangguan jantung, hingga masalah saraf.
Karena itu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala berkepanjangan seperti nyeri sendi, kelelahan ekstrem, atau ruam kulit yang tidak biasa.
Baca Juga: Momen 1 April Ada Apa Saja? Ini 5 Peringatan Penting yang Wajib Diketahui!
Kegiatan Hari Lupus Sedunia
Di berbagai negara, Hari Lupus Sedunia diperingati melalui seminar kesehatan, kampanye edukasi, pemeriksaan kesehatan, penggalangan dana penelitian, hingga kegiatan sosial untuk mendukung penyintas lupus dan keluarga mereka.
Selain itu, komunitas lupus juga aktif membagikan cerita inspiratif para penyintas sebagai bentuk dukungan moral sekaligus edukasi kepada masyarakat luas.
Momentum Hari Lupus Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa penderita lupus membutuhkan dukungan, perhatian, dan akses kesehatan yang memadai agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik.
Tonton: Harga Pertalite Asli Lebih Mahal dari Pertamax, Kok Bisa? Ini Penjelasan Pakar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News