Waspada, Ini Ciri-ciri WhatsApp Web Disadap dan Panduan Mencegahnya

Rabu, 04 November 2026 | 11:31 WIB
Waspada, Ini Ciri-ciri WhatsApp Web Disadap dan Panduan Mencegahnya

ILUSTRASI. Tampilan WhatsApp Web (YouTube/Whatsapp/Dok.)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - WhatsApp Web memudahkan pengguna mengakses pesan melalui komputer atau laptop tanpa harus terus-menerus membuka ponsel. Fitur ini juga dapat digunakan untuk mengirim pesan, menerima dokumen, dan mengelola percakapan melalui browser.

Namun, kemudahan tersebut dapat disalahgunakan apabila seseorang berhasil menghubungkan perangkat lain ke akun WhatsApp tanpa sepengetahuan pemiliknya. Akibatnya, orang tersebut berpotensi membaca pesan yang tersinkronisasi, melihat media, hingga mengirim pesan menggunakan akun korban.

Salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan penyadapan adalah memeriksa menu Perangkat Tertaut atau Linked Devices. Pengguna juga perlu memperhatikan aktivitas akun yang tidak biasa, seperti pesan terkirim tanpa sepengetahuan pemilik, perubahan profil, hingga munculnya notifikasi kode verifikasi yang tidak diminta.

Lantas, apa saja ciri-ciri WhatsApp Web disadap dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca Juga: WhatsApp Web Tidak Bisa Download File? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri WhatsApp Web Disadap

Penyadapan WhatsApp Web tidak selalu membuat akun langsung keluar dari ponsel utama. Dalam kasus perangkat tidak dikenal yang ditautkan, pengguna masih dapat memakai WhatsApp seperti biasa, sementara pihak lain juga dapat mengakses akun melalui perangkat tersebut.

Berikut sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, dirangkum dari laman Bleeping Computer.

1. Muncul perangkat asing di menu Perangkat Tertaut

Tanda paling penting adalah munculnya perangkat yang tidak dikenali dalam daftar Perangkat Tertaut atau Linked Devices.

Perangkat tersebut dapat berupa browser, komputer, atau sistem operasi yang tidak pernah digunakan untuk mengakses WhatsApp. Jika pengguna tidak pernah menghubungkan akun ke perangkat tersebut, ada kemungkinan orang lain telah mendapatkan akses.

2. Pesan terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun

Periksa riwayat percakapan untuk memastikan tidak ada pesan yang dikirim tanpa sepengetahuan pengguna.

Pesan mencurigakan dapat berupa permintaan uang, tautan tidak dikenal, promosi, atau pesan yang dikirim kepada kontak tertentu. Aktivitas ini bisa menjadi tanda bahwa orang lain menggunakan akun WhatsApp untuk berkomunikasi.

Baca Juga: WhatsApp Web Tidak Bisa Download File? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Pesan terbaca meskipun belum dibuka

Pesan yang tiba-tiba berubah menjadi terbaca atau tanda centang biru muncul tanpa pengguna membuka percakapan patut diperiksa.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak otomatis membuktikan WhatsApp disadap. Pesan bisa saja terbaca melalui perangkat lain yang memang sudah ditautkan, notifikasi, atau pengaturan privasi tertentu.

4. Riwayat percakapan berubah tanpa diketahui

Tanda lainnya adalah terdapat pesan yang terhapus, percakapan yang diarsipkan, atau perubahan tertentu pada riwayat chat yang tidak dilakukan pemilik akun.

Jika perubahan tersebut terjadi berulang kali, pengguna sebaiknya memeriksa perangkat tertaut dan memastikan tidak ada orang lain yang memiliki akses ke ponsel maupun akun WhatsApp.

5. Muncul notifikasi kode verifikasi WhatsApp

WhatsApp dapat mengirimkan kode verifikasi ketika seseorang mencoba mendaftarkan nomor telepon pengguna pada perangkat lain.

Jika menerima kode SMS atau panggilan verifikasi tanpa pernah meminta, jangan berikan kode tersebut kepada siapa pun. Permintaan kode yang tidak dikenal dapat menjadi tanda adanya upaya pengambilalihan akun.

Baca Juga: Login WhatsApp Web Tanpa Scan QR: Anti Ribet, Langsung Berhasil

6. Profil atau status berubah sendiri

Perubahan foto profil, nama, informasi akun, atau status yang tidak pernah dibuat juga perlu diwaspadai.

Pelaku yang berhasil mengakses akun dapat melakukan perubahan tertentu dan mengirimkan status atau pesan menggunakan identitas pemilik akun.

7. Akun tiba-tiba keluar dari perangkat utama

Tanda yang lebih serius adalah muncul pemberitahuan bahwa nomor WhatsApp telah didaftarkan pada perangkat baru sehingga pengguna diminta masuk kembali.

Kondisi ini berbeda dari sekadar WhatsApp Web yang ditautkan. Jika nomor didaftarkan ulang pada perangkat lain, pengguna bisa kehilangan akses pada ponsel utama sampai melakukan proses pemulihan akun.

Baca Juga: Begini Cara Login WhatsApp Web Tanpa Email dan Password

Cara Mengecek WhatsApp Web Disadap atau Tidak

Pengguna dapat memeriksa perangkat yang terhubung langsung melalui aplikasi WhatsApp di ponsel. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui apakah terdapat sesi yang tidak dikenal.

Untuk pengguna Android

  • Buka aplikasi WhatsApp di ponsel.
  • Ketuk ikon tiga titik di sudut kanan atas.
  • Pilih menu Perangkat tertaut atau Linked Devices.
  • Periksa daftar perangkat yang terhubung.
  • Ketuk perangkat untuk melihat informasi sesi yang tersedia.
  • Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, pilih opsi Keluar atau Log Out.

Untuk pengguna iPhone

  • Buka aplikasi WhatsApp.
  • Masuk ke menu Pengaturan atau Settings.
  • Pilih Perangkat Tertaut atau Linked Devices.
  • Periksa seluruh perangkat yang terhubung.
  • Pilih perangkat yang tidak dikenali.
  • Ketuk Keluar atau Log Out.

Jika menemukan perangkat yang mencurigakan, pengguna dapat langsung mengeluarkannya dari akun. Tidak perlu menunggu sampai muncul aktivitas mencurigakan lainnya.

Baca Juga: WhatsApp Web Macet? Ini Trik Ampuh Agar Kembali Normal

Cara Mengatasi WhatsApp Web yang Disadap

Apabila menemukan perangkat asing atau aktivitas tidak wajar, segera lakukan beberapa langkah berikut untuk membatasi akses pihak lain.

1. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal

Langkah pertama adalah memutus sesi perangkat yang mencurigakan melalui menu Perangkat Tertaut.

Pilih perangkat yang tidak dikenali, kemudian tekan Keluar. Jika pengguna tidak yakin perangkat mana yang aman, keluarkan seluruh perangkat tertaut dan hubungkan kembali hanya perangkat pribadi yang digunakan.

2. Aktifkan verifikasi dua langkah

Verifikasi dua langkah memberikan perlindungan tambahan ketika nomor WhatsApp didaftarkan kembali pada perangkat lain.

Cara mengaktifkannya:

  • Buka WhatsApp.
  • Masuk ke menu Pengaturan.
  • Pilih Akun.
  • Ketuk Verifikasi dua langkah.
  • Pilih Aktifkan.
  • Buat PIN enam digit yang sulit ditebak.
  • Tambahkan alamat email pemulihan yang masih aktif.

Jangan menggunakan PIN yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau kombinasi angka berurutan. Jangan pula membagikan PIN kepada orang lain.

3. Jangan berikan kode OTP kepada siapa pun

Kode verifikasi WhatsApp bersifat pribadi. Jangan pernah membagikannya kepada orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp, teman, keluarga, atau pihak yang menawarkan bantuan.

Jika ada orang yang meminta kode tersebut dengan alasan tertentu, abaikan permintaannya. Kode verifikasi dapat digunakan untuk mendaftarkan akun pada perangkat lain.

4. Periksa keamanan ponsel dan komputer

Selain mengamankan WhatsApp, periksa perangkat yang digunakan untuk mengakses akun.

Hapus aplikasi atau ekstensi browser yang tidak dikenal, perbarui sistem operasi, dan pastikan komputer tidak digunakan bersama tanpa pengamanan. Jika ponsel atau komputer diduga terinfeksi aplikasi berbahaya, lakukan pemeriksaan keamanan lebih lanjut.

5. Beri tahu kontak jika akun digunakan untuk penipuan

Jika akun sempat mengirimkan pesan mencurigakan, segera beri tahu keluarga, teman, dan anggota grup bahwa akun mungkin telah disalahgunakan.

Langkah ini penting untuk mencegah orang lain mengikuti tautan berbahaya atau mengirimkan uang kepada pelaku yang menyamar sebagai pemilik akun.

Baca Juga: Trik WhatsApp Web Tersembunyi Khusus untuk Desktop, Lebih Efisien

Cara Memulihkan Akun WhatsApp Jika Diambil Alih

Jika pengguna sudah tidak dapat mengakses WhatsApp karena nomor didaftarkan pada perangkat lain, lakukan pendaftaran ulang menggunakan nomor telepon yang sama.

Berikut langkah pemulihannya:

  • Buka aplikasi WhatsApp pada ponsel utama.
  • Pilih opsi untuk masuk kembali atau mendaftarkan nomor.
  • Masukkan nomor telepon lengkap dengan kode negara Indonesia (+62).
  • Minta kode verifikasi melalui SMS atau panggilan telepon.
  • Masukkan kode enam digit yang diterima.
  • Ikuti instruksi pemulihan akun yang muncul.

Setelah kode verifikasi enam digit berhasil dimasukkan, perangkat lain yang menggunakan akun tersebut akan otomatis dikeluarkan.

Dalam kondisi tertentu, WhatsApp dapat meminta PIN verifikasi dua langkah. Jika pengguna tidak mengetahui PIN tersebut karena telah diubah oleh pihak lain, proses pemulihan mungkin mengharuskan pengguna menunggu hingga tujuh hari.

WhatsApp juga menyarankan pengguna memberi tahu kontak apabila akun telah disusupi karena pelaku berpotensi menyamar dan mengirimkan pesan penipuan.

Baca Juga: Waspada Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar, Cek Perbedaan dengan Versi Asli

Cara Mencegah WhatsApp Web Disadap

Agar akun tetap aman, pengguna perlu membiasakan diri memeriksa perangkat tertaut dan menerapkan pengamanan tambahan.

Berikut beberapa langkah pencegahannya:

Langkah Penjelasan
Periksa perangkat tertaut Periksa daftar perangkat secara berkala dan keluarkan sesi yang tidak dikenal.
Aktifkan verifikasi dua langkah Tambahkan PIN untuk memberikan perlindungan saat pendaftaran ulang akun.
Jangan bagikan kode OTP Kode verifikasi tidak boleh diberikan kepada orang lain.
Hindari tautan mencurigakan Jangan membuka tautan yang meminta pemindaian QR atau kode penautan tanpa alasan jelas.
Gunakan situs resmi Akses WhatsApp Web melalui alamat web.whatsapp.com.
Amankan ponsel Gunakan PIN, kata sandi, sidik jari, atau pengenalan wajah.
Hindari komputer umum Jangan menautkan akun pada komputer publik atau perangkat yang tidak tepercaya.
Keluar setelah menggunakan WhatsApp Web Putuskan sesi jika mengakses akun dari komputer milik orang lain.

Pengguna juga dapat mengaktifkan kunci aplikasi jika fitur tersebut tersedia pada perangkat. Dengan begitu, orang lain tidak mudah membuka WhatsApp meskipun berhasil mengakses ponsel.

Baca Juga: Kenapa Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini Cara Pasti Mengembalikannya!

Perangkat yang berhasil ditautkan ke akun WhatsApp dapat mengakses pesan dan media yang tersinkronisasi serta menerima pesan baru. Pengguna utama tetap dapat memakai WhatsApp di ponselnya.

Namun, perangkat yang baru ditautkan tidak otomatis memperoleh seluruh riwayat percakapan lama. Riwayat pesan yang tersedia bergantung pada proses sinkronisasi dan fitur yang didukung WhatsApp.

WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi pesan dan panggilan. Namun, enkripsi tersebut tidak mencegah orang lain membaca pesan apabila mereka sudah memperoleh akses sah ke salah satu perangkat yang ditautkan ke akun korban.

Karena itu, keamanan akun tidak hanya bergantung pada enkripsi, tetapi juga pada perlindungan ponsel, kode verifikasi, dan perangkat yang memiliki akses.

Tonton: BEI Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%, Reformasi Pasar Modal Dikebut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru