KONTAN.CO.ID - Simak arti ucapan Marhaban ya Ramadan yang muncul saat bulan Puasa. Ungkapan "Marhaban Ya Ramadan" (مرحبا يا رمضان) menjadi salah satu kalimat paling populer dan sering diucapkan umat Islam di Indonesia saat menyambut kedatangan bulan suci Ramadan.
Secara harfiah, frasa ini berarti "Selamat datang, wahai Ramadan" atau "Welcome, O Ramadan". Kata "Marhaban" berasal dari akar bahasa Arab "rahb" atau "rohba" yang bermakna "luas", "lapang", atau "penyambutan dengan dada terbuka".
Kata "Ya" adalah panggilan seruan (vocative particle) seperti "wahai" atau "hai", sementara "Ramadan" merujuk pada bulan ke-9 dalam kalender Hijriah, bulan puasa, ampunan, dan turunnya Al-Qur'an.
Makna filosofis yang lebih dalam dari "Marhaban Ya Ramadan" bukan sekadar salam selamat datang biasa.
Baca Juga: Cara Bayar Fidyah Puasa 2026: Cek Kriteria, Prosedur, dan Besaran Nominalnya
Melansir laman NU Banten, ungkapan ini mencerminkan penyambutan dengan hati lapang dan penuh kegembiraan, bukan dengan keluhan atau rasa terbebani karena harus berpuasa.
Kata "marhaban" juga bisa diartikan sebagai "tempat beristirahat" atau "bekal perjalanan", sehingga Ramadan dipandang sebagai "tempat" untuk memperbaiki jiwa, menyucikan hati, dan mengambil bekal spiritual menuju Allah di akhirat.
Umat Islam menyambutnya dengan sukacita karena bulan ini penuh berkah, rahmat, ampunan dosa, dan pahala berlipat ganda—seperti membersihkan diri dari dosa-dosa kecil, meningkatkan ibadah, dan berbagi dengan sesama.
Baca Juga: 15 Ucapan Doa Ramadan untuk Keluarga: Pererat Silaturahmi dengan Pesan Ini
Asal-usul ungkapan ini berakar dari tradisi Arab dan Islam klasik, di mana "marhaban" sering digunakan untuk menyambut tamu agung dengan hormat dan lapang dada.
Dalam konteks Ramadan, frasa ini menjadi simbol kesiapan spiritual: hati terbuka menerima ujian puasa, malam-malam tarawih, dan Laylatul Qadar sebagai kesempatan taubat dan peningkatan iman.
Di Indonesia, ungkapan ini sering dilantunkan dalam shalawat atau qasidah seperti "Marhaban Ya Syahru Ramadhan" yang dinyanyikan oleh Haddad Alwi, Nancy Daun, atau majelis taklim, dengan lirik yang menggambarkan kegembiraan menyambut bulan puasa, qiyamul lail, dan pahala besar.
Fasa ini menjadi simbol kesiapan spiritual, menandakan hati yang terbuka untuk menerima ujian puasa, malam tarawih, dan Laylatul Qadar sebagai momen taubat dan peningkatan iman.
Itulah informasi menarik mengenai arti ucapan Marhaban ya Ramadan yang muncul saat bulan Puasa.
Tonton: Bocoran Saham 'THR': Sektor Ini Berpotensi Cuan Saat Ramadhan
Selanjutnya: Jose Jeri Lengser, Krisis Politik Peru Berlanjut Jelang Pemilu April 2026
Menarik Dibaca: E-Sport Terus Berkembang, Turnamen Ini Bangun Kreativitas Pelajar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News