KONTAN.CO.ID - SImak cara cek lokasi Hotspot Kebakaran Hutan secara Online. Masyarakat Indonesia tengah ramai dalam perbincangan bencana kebakaran hutan di sejumlah wilayah.
Bagi Anda yang ingin memantau perkembangan melalui titik panas atau hotspot bisa memanfaatkan teknologi berikut.
Google Maps bisa digunakan untuk melihat lokasi yang terindikasi terdampak kebakaran, tetapi perlu diketahui bahwa Google Maps bukan layanan utama untuk mendeteksi hotspot kebakaran secara real-time.
Baca Juga: Cek Kumpulan Link Poster Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dari Canva
Bedakan Hotspot dengan Kebakaran
Titik panas atau hotspot tidak selalu berarti terjadi kebakaran hutan. Satelit mendeteksi anomali panas pada permukaan bumi.
Penyebabnya dapat berupa kebakaran hutan, kebakaran lahan, aktivitas pertanian, atau sumber panas lainnya. Karena itu, satu titik hotspot sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kebakaran aktif.
Untuk memastikan suatu lokasi benar-benar mengalami kebakaran, bandingkan beberapa informasi:
- Data hotspot satelit.
- Citra satelit.
- Laporan resmi pemerintah atau BPBD.
- Informasi pemadam kebakaran.
- Kondisi terbaru dari masyarakat di lokasi.
Untuk informasi titik panas yang lebih akurat, sebaiknya gunakan data resmi seperti NASA FIRMS atau sumber pemerintah Indonesia, kemudian lokasinya dapat dicek kembali melalui Google Maps.
Baca Juga: Syarat & Cara Daftar Umrah Mandiri Via Nusuk Umrah, Cek Perkiraan Biayanya
1. Cari Lokasi Kebakaran di Google Maps
Apabila sudah mengetahui nama daerah atau lokasi kebakaran:
- Buka Google Maps.
- Ketik nama lokasi, desa, kecamatan, atau kawasan hutan yang ingin diperiksa.
- Perbesar peta di sekitar lokasi tersebut.
- Gunakan tampilan Satelit untuk melihat kondisi kawasan secara visual.
- Periksa apakah terdapat informasi, foto, atau laporan pengguna mengenai kebakaran di sekitar lokasi.
Namun, Google Maps biasanya tidak menampilkan seluruh titik hotspot kebakaran sebagai tanda khusus.
Baca Juga: Intip Tanggal Merah hingga Akhir Tahun 2026 Sesuai SKB 3 Menteri
2. Gunakan Google Maps untuk Membuka Koordinat Hotspot
Cara yang lebih akurat adalah mendapatkan koordinat titik panas terlebih dahulu dari sumber pemantauan kebakaran.
Misalnya Anda mendapatkan koordinat: -7.123456, 110.654321
Buka Google Maps, kemudian masukkan koordinat tersebut pada kolom pencarian. Google Maps akan langsung mengarahkan peta ke titik tersebut.
Cara ini berguna untuk mengetahui lokasi administratif dan kondisi geografis di sekitar hotspot, misalnya apakah titik tersebut berada di hutan, perkebunan, lahan pertanian, atau dekat permukiman.
Baca Juga: Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81, Ini 40 Ucapan Penuh Semangat dan Harapan
3. Cek Hotspot melalui NASA FIRMS
Untuk mengetahui titik panas yang terdeteksi satelit, Anda dapat menggunakan NASA FIRMS (Fire Information for Resource Management System).
FIRMS menyediakan data titik panas yang berasal dari instrumen satelit seperti MODIS dan VIIRS. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat lokasi yang terindikasi memiliki aktivitas panas.
Setelah menemukan titik yang ingin diperiksa, salin koordinatnya dan masukkan ke Google Maps.
4. Gunakan Data Resmi Indonesia
Untuk wilayah Indonesia, informasi kebakaran dan hotspot juga dapat dibandingkan dengan sumber resmi pemerintah, termasuk SiPongi+ dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Data dari sumber resmi dapat membantu melihat sebaran hotspot dan informasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Demikian informasi mengenai panduan untuk memantau hotspot Kebakaran Hutan secara online.
Tonton: NATO Siaga Satu Hadapi Potensi Serangan Iran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News