​Cara menghitung THR 2021 bagi pekerja yang belum setahun bekerja

Jumat, 16 April 2021 | 11:36 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Cara menghitung THR 2021 bagi pekerja yang belum setahun bekerja

ILUSTRASI. Ilustrasi cara menghitung THR bagi pekerja yang belum setahun bekerja. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

KONTAN.CO.ID - Pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan 2021 termasuk cara menghitung THR bagi pekerja dengan masa kerja belum setahun.  

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. 

THR keagamaan wajib dibayarkan sekali dalam setahun oleh pengusaha kepada pekerja/buruh yang memiliki masa kerja 1 bulan (secara terus menerus) atau lebih.

THR 2021 juga wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Pemerintah juga telah menetapkan rumus menghitung THR keagamaan 2021. 

Bagi pekerja dengan masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih akan mendapatkan THR sebesar satu bulan upah atau gaji.  Lantas, bagaimana cara menghitung THR 2021 bagi pekerja yang belum genap setahun bekerja? 

Baca Juga: Siapa yang berhak mendapatkan THR 2021? Simak kriterianya di sini

Cara menghitung THR 2021 bagi pekerja yang belum setahun 

Bagi pekerja yang belum genap setahun bekerja juga berhak mendapatkan THR dengan hitungan proporsional. Namun, ketentuannya adalah bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan atau satu tahun. 

Dirangkum dari SE Nomor M/6/HK.04/IV/2021, cara menghitung THR bagi pekerja yang belum setahun bekerja adalah sebagai berikut:

(masa kerja:12)  x 1 bulan upah

Ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Jika seorang pekerja mempunyai gaji atau upah sebulan Rp 3.800.000 dan masa kerja 8 bulan, maka berikut cara menghitung THR-nya:

(8:12 x 3.800.000) = Rp 2.533.333 

Ketentuan penghitungan upah sebulan:

  • Upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages) atau
  • Upah pokok termasuk tunjangan tetap. 

Pekerja harian 

Selain itu, pemerintah juga mengatur cara menghitung THR bagi pekerja harian. Bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. 

Bagi pekerja atau buruh mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

Selanjutnya: Serikat buruh masih menagih kejelasan THR dari Fast Food Indonesia (KFC)

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru