Kasus Covid-19 melonjak lagi, 6 langkah yang harus dilakukan jika positif corona

Selasa, 15 Juni 2021 | 10:36 WIB Sumber: Kompas.com
Kasus Covid-19 melonjak lagi, 6 langkah yang harus dilakukan jika positif corona

ILUSTRASI. Kasus Covid-19 melonjak lagi, 6 langkah yang harus dilakukan jika positif corona

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak tinggi. Jangan panik jika Anda atau anggota keluarga terinfeksi virus corona atau positif Covid-19. Lakukan beberapa cara berikut untuk menangani pasien Covid-19.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Senin (14/6) ada tambahan 8.189 kasus baru yang terinfeksi corona atau positif Covid-18 di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.919.547 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari Covid-19 bertambah 6.143 orang sehingga menjadi sebanyak 1.751.234 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 237 orang menjadi sebanyak 53.116 orang.

Sehari sebelumnya atau pada Minggu 13/6/2021, penambahan kasus positif Covid-19 lebih besar lagi, yakni 9.868 orang. Peningkatan kasus positif Covid-19 diperkirakan akibat libur Lebaran 2021.

Memang, meski telah melakukan langkah pencegahan sebaik mungkin, masih ada kemungkinan kita terinfeksi Covid-19. Tapi, Anda tak perlu putus asa. Harapan untuk sembuh setelah terdiagnosis Covid-19 sangatlah besar. Yang perlu kita lakukan setelah terdiagnosis positif Covid-19 hanyalah melakukan penanganan yang tepat.

Lalu apa yang perlu dilakukan setelah terdiagnosis positif Covid-19? Ketika Anda terdiagnosis Covid-19, berikut beberapa cara menangani pasien yang baru saja didiagnosis positif Covid-19:

1. Cari bantuan dokter atau layanan kesehatan

Cara pertama menangani pasien Covid-19 adalah menghubungi dokter atau layanan kesehatan. Setelah Anda menerima diagnosis Covid-19, salah satu langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran yang tepat.

Dokter akan memberi tahu segala hal mulai dari obat-obatan yang perlu Anda minum, perubahan pola makan yang diperlukan dan segala perawatan yang perlu Anda ikuti. Jika Anda memiliki penyakit penyerta, atau sedang mencari pengobatan untuk kondisi lain, beri tahu dokter. Jangan pernah mengonsumsi obat apapun tanpa ada saran dari dokter.

Baca juga: 5 Ciri-ciri terkena virus corona yang tak biasa, waspada!

2. Lakukan isolasi mandiri

Cara kedua menangani pasien Covid-19 adalah melakukan isolasi. Lakukan isolasi mandiri agar orang disekitar anda tidak tertular. Jika Anda disarankan untuk menjalani karantina di rumah, beri tahu pihak berwenang dan tunggu mereka mengambil langkah selanjutnya.

Lakukan karantina di ruangan dengan vetilasi udara yang baik serta gunakan kamar mandi yang terpisah. Pisahkan juga alat makan dan alat mandi yang Anda gunakan dengan orang yang tinggal satu rumah dengan Anda.

Orang-orang yang berada di sekitar Anda juga harus menjalani tes Covid-19 untuk menghindari risiko tertular. Semua orang yang tinggal di bawah satu atap harus dikarantina juga selama minimal seminggu.

3. Putuskan siapa yang akan merawat Anda

Cara ketiga menangani pasien Covid-19 adalah memutuskan siapa yang harus merawat. Meskipun infeksi Anda ringan dan Anda diizinkan untuk memulihkan diri di rumah, pasien Covid-19 tetap membutuhkan bantuan orang lain.

Idealnya, pasien Covid-19 juga membutuhan seorang caregiver yang masih muda, sehat, dan tidak memiliki kondisi medis yang dapat membahayakan imunitasnya.

4. Perhatikan jenis perawatan yang dibutuhkan

Cara keempat menangani pasien Covid-19 adalah memperhatikan jenis perawatan. Bergantung pada gejala dan tingkat keparahan infeksi, setiap pasien Covid-19 memerlukan rencana perawatan yang berbeda. Sebaiknya, Anda memiliki oksimeter untuk memeriksa kadar oksigen darah.

Anda juga perlu menyiapkan alat untuk memonitor tekanan darah dan glukometer, jika Anda memiliki masalah pada tekanan darah atau tingkat gula dalam darah Anda. Selain itu, hindari mengonsumsi obat sembarangan tanpa ada pengawasan dokter.

Baca juga: Tak perlu ditakutkan, ini cara tangani Covid Arm, efek samping vaksin corona

5. Waspadai gejala yang muncul

Cara kelima menangani pasien Covid-19 adalah mewaspadai gejala yang muncul. Melacak gejala yang muncul dalam dua minggu pertama pasca dinyatakan terinfeksi Covid-19 sangatlah penting. Gejala dan tingkat keparahan infeksi biasanya berkembang antara 5-10 hari pasca infeksi.

Hari ke-8 atau ke-9 juga merupakan waktu ketika sistem kekebalan Anda bekerja terlalu keras dan menimbulkan konsekuensi yang drastis, termasuk badai sitokin. Tingkat pernapasan, ketidaknyamanan, gangguan pernapasan adalah beberapa tanda yang harus Anda pantau dengan cermat. Melacak tanda vital Anda, perubahan gejala setiap hari juga dapat membantu penyembuhan.

6. Persiapan diri untuk efek jangka panjang

Cara keenam menangani pasien Covid-19 adalah mempersiapkan untuk efek jangka panjang. Periode 14 hari adalah waktu di mana virus Corona paling menular. Itu sebabnya, pasien positif Covid-19 banyak yang dinyatakan sembuh setelah menjalani 14 hari isolasi jika sudah tidak mengalami gejala apapun.

Setelah masa isolasi berakhir, bersihkan seluruh ruangan rumah Anda dan lakukan desinfeksi lingkungan. Meski telah dinyatakan bebas dari Covid-19, masih ada kemungkinan Anda akan mengalami efek samping dan gejala.

Covid-19 bisa menjadi penyakit yang memberatkan tubuh dan butuh waktu bagi tubuh untuk pulih sepenuhnya. Meski dinyatakan bebas dari virus Corona, pasien tetap harus menindaklanjuti pengobatan.

Itulah cara menangani pasien Covid-19. Ingat, pandemi Covid-19 belum berakhir. Pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 pun bisa terinfeksi kembali. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Hal yang Perlu Dilakukan saat Didiagnosis Covid-19",

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Hati-hati, BI ingatkan lonjakan kasus Covid-19 bisa ganggu pertumbuhan ekonomi

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru