KONTAN.CO.ID - Simak cara cek Banjir di Sumatera Lewat Google Maps. Ketika curah hujan tinggi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sejumlah daerah di Sumut, Sumbar, dan Aceh kembali menghadapi banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat serta akses transportasi.
Kondisi ini membuat informasi situasi lapangan menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang hendak bepergian atau memantau keluarga di daerah rawan genangan.
Di tengah kebutuhan akan data yang cepat dan akurat, Google Maps hadir sebagai salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk melihat titik-titik banjir, arus lalu lintas, hingga kemungkinan penutupan jalan secara real-time.
Dengan memanfaatkan fitur ini, pengguna dapat mengambil keputusan perjalanan yang lebih aman sekaligus memahami sebaran dampak banjir di tiga provinsi tersebut.
Baca Juga: Cara Membuat QR Code Lokasi Google Maps Gratis dalam 3 Langkah
Cara Cek Banjir di Sumatera Lewat Google Maps
Mengecek kondisi banjir di Sumatera kini jauh lebih mudah berkat fitur pemantauan bencana yang terintegrasi di Google Maps.
Saat musim hujan tiba atau ketika terjadi cuaca ekstrem, layanan ini membantu pengguna memantau jalur perjalanan, memastikan keamanan rute, serta mengetahui area mana yang terdampak genangan.
Google Maps memanfaatkan laporan resmi, data crowdsourcing, serta pembaruan lalu lintas secara real-time untuk menampilkan kondisi bencana, termasuk banjir, sehingga pengguna dapat mengambil keputusan perjalanan dengan lebih tepat.
Baca Juga: 5 Cara Pantau Banjir Jakarta secara Online dengan Maps, CCTV, dan Aplikasi Gratis
1. Buka aplikasi Google Maps
Gunakan perangkat Android, iPhone, atau versi web di komputer. Pastikan aplikasi sudah diperbarui agar fitur-fitur bencana muncul secara optimal.
2. Ketik lokasi kota atau daerah di Sumatera
Masukkan nama wilayah yang ingin dicek, misalnya “Medan”, “Padang”, “Pekanbaru”, atau lokasi spesifik seperti kecamatan atau nama jalan.
3. Aktifkan tampilan ‘Lalu Lintas (Traffic)’
Ketuk ikon layer di sudut kanan atas, lalu pilih ‘Lalu Lintas’. Fitur ini menunjukkan kepadatan jalur dan potensi gangguan akibat banjir. Area kemacetan ekstrem sering kali menandakan adanya genangan atau penutupan ruas jalan.
Baca Juga: Ini Cara Mencegah Penipuan dari Google Maps dan Business Palsu
4. Cek panel ‘Bencana (Crisis Response)’ jika tersedia
Di beberapa kota, Google Maps menampilkan notifikasi khusus ketika suatu wilayah terdampak bencana. Jika ada banjir besar, label peringatan biasanya muncul di area peta berupa ikon tanda seru atau area berwarna khusus.
Pengguna bisa mengetuknya untuk melihat detail: tingkat keparahan, lokasi tergenang, jalur ditutup, hingga pembaruan dari otoritas setempat.
5. Pantau rute alternatif
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan, pilih rute navigasi. Google Maps otomatis menghindari area yang terindikasi banjir. Bila rute normal terblokir, aplikasi akan memberikan jalur lain selagi tersedia.
6. Gunakan fitur laporan pengguna (User Reports)
Di beberapa lokasi, pengguna dapat melihat laporan komunitas. Jika ada yang menandai banjir atau jalan tergenang, informasi tersebut muncul di peta dengan ikon khusus.
Baca Juga: Cara Memburamkan Rumah hingga Bangunan di Google Maps Street View untuk Privasi
7. Bandingkan dengan pencarian manual
Untuk memastikan, Anda juga dapat mengetik kata kunci seperti “banjir di Pekanbaru” atau “flood area Medan” langsung di kolom pencarian Maps. Kadang, Google menampilkan lapisan khusus berupa area terdampak.
8. Periksa daerah rawan lewat mode Satelit
Berpindah ke ‘Satelit’ bisa membantu memperkirakan daerah rendah, bantaran sungai, atau area dekat pantai yang sering tergenang ketika terjadi hujan ekstrem maupun pasang air laut.
9. Gunakan fitur ‘Explore’ untuk melihat pembaruan tempat usaha
Jika suatu wilayah terdampak banjir, sering kali banyak tempat menutup operasional. Perubahan status ini dapat menjadi indikator tambahan bahwa area tersebut mengalami gangguan.
Pengguna dapat mengecek banjir melalui Google Maps dengan mengaktifkan tampilan 'Lalu Lintas', mencari panel 'Bencana', memantau rute alternatif, atau menggunakan laporan pengguna.
Itulah informasi panduan cek Banjir di Sumatera Lewat Google Maps.
Tonton: Harus Punya Koperasi Desa Agar Dana Desa Cair, 29.520 Gerai Koperasi Sudah Aktif
Selanjutnya: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (29/11) : Naik Rp 30.000 jadi Rp 2.413.000 per gram
Menarik Dibaca: 5 Film Bertema Disabilitas Untuk Peringatan Hari Disabilitas Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News