Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026: Dukung Peran Bidan Adat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 05:30 WIB
Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026: Dukung Peran Bidan Adat

ILUSTRASI. Kampung Budaya Sindang Barang (KONTAN/Elisabeth Adventa)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati setiap 9 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dunia terhadap hak-hak masyarakat adat serta kontribusinya dalam menjaga keberagaman budaya, pengetahuan tradisional, dan kelestarian lingkungan.

Untuk peringatan tahun 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema: "Menghormati Bidan Adat: Melindungi Kehidupan dan Kesejahteraan" (Honouring Indigenous Midwives: Protecting Life and Well-being)

Melansir laman United Nationas, tema tersebut menyoroti peran penting bidan adat sebagai penjaga kesehatan ibu dan anak di berbagai komunitas masyarakat adat di seluruh dunia.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon HUT Ke-81 Kemerdekaan RI: Sambut dengan Semangat Perjuangan

Makna Tema Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026

Melalui tema ini, PBB ingin mengakui kontribusi besar bidan adat yang selama berabad-abad menjadi bagian penting dari sistem kesehatan tradisional.

Di banyak wilayah terpencil, bidan adat tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi juga memberikan pendampingan selama masa kehamilan, perawatan pascamelahirkan, hingga edukasi kesehatan kepada keluarga dan komunitas.

Selain itu, mereka turut menjaga pengetahuan medis tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga: Tema dan Kegiatan Hari Hutan Indonesia 7 Agustus 2026: Kampanye Reforestathon

Mengapa Bidan Adat Penting?

PBB menilai bidan adat memiliki peran strategis karena:

  • Menjadi tenaga kesehatan yang paling mudah dijangkau di komunitas adat.
  • Membantu menurunkan risiko kematian ibu dan bayi di daerah terpencil.
  • Melestarikan praktik kesehatan tradisional yang aman dan sesuai budaya lokal.
  • Menjadi penghubung antara layanan kesehatan modern dengan masyarakat adat.
  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Peran tersebut menjadikan bidan adat sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan menghormati nilai-nilai budaya.

Baca Juga: Bukan Satu Per Satu, Ini Cara Mudah Hapus File Di Channel WhatsApp

Tujuan Peringatan Tahun 2026

Melalui tema "Menghormati Bidan Adat: Melindungi Kehidupan dan Kesejahteraan", PBB mengajak pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat internasional untuk:

  • Mengakui kontribusi bidan adat terhadap kesehatan masyarakat.
  • Melindungi hak-hak masyarakat adat dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak.
  • Mendorong kolaborasi antara tenaga kesehatan modern dan bidan adat.
  • Melestarikan pengetahuan tradisional yang telah terbukti bermanfaat bagi komunitas adat.
  • Mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan.

Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati setiap 9 Agustus sejak ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1994. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB tentang Penduduk Asli yang berlangsung pada 9 Agustus 1982.

Setiap tahunnya, PBB mengangkat tema berbeda guna menyoroti isu-isu yang dihadapi masyarakat adat, mulai dari hak asasi manusia, pendidikan, perubahan iklim, pelestarian bahasa, hingga kesehatan.

Melalui peringatan ini, PBB berharap pengetahuan tradisional yang dimiliki masyarakat adat dapat terus dihargai, dilestarikan, serta dipadukan dengan sistem kesehatan modern demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia.

Tonton: Dana Cukai Tak Hanya untuk Daerah, Kini Diperkuat untuk Berantas Rokok Ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru