KONTAN.CO.ID - Intip cara membersihkan abu vulkanik yang benar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk menjaga kesehatan.
Mulai dari mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan pelindung mata, menutup sumber air serta makanan, dan membersihkan abu dengan memperhatikan keselamatan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki panduan khusus mengenai cara membersihkan abu vulkanik dari lingkungan rumah.
Panduan tersebut menekankan penggunaan masker, ventilasi yang baik, serta metode pembersihan menggunakan air, deterjen, kain lembap atau penyedot debu.
Baca Juga: Panduan Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung lewat Windy hingga BMKG
Tips membersihkan abu vulkanik yang benar
Berikut ini panduan dirangkum dari segmen Siaga Bencana: Letusan Gunung Api BNPB dan Kemenkes RI.
1. Gunakan Masker Sebelum Membersihkan
Sebelum mulai membersihkan rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel abu.
Jika tidak memiliki masker, panduan Kemenkes menyebutkan kain yang telah dibasahi dapat digunakan sebagai alternatif. Gunakan pula pelindung mata, terutama jika abu masih beterbangan.
BNPB juga meminta masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata ketika berada di luar ruangan saat konsentrasi abu meningkat.
2. Jangan Langsung Menyapu Abu Kering
Abu vulkanik yang kering dapat kembali beterbangan ketika disapu sehingga meningkatkan risiko terhirup.
Untuk membersihkan halaman atau area luar rumah, basahi terlebih dahulu abu sebelum dibersihkan. Pedoman BNPB secara khusus merekomendasikan membasahi abu sebelum membersihkan halaman.
Namun, jangan menyemprot air secara berlebihan pada timbunan abu yang sangat tebal karena abu yang basah dapat menjadi jauh lebih berat.
Baca Juga: Cara Ganti Username Facebook untuk Pengguna Mode Profesional
3. Bersihkan Atap dengan Hati-Hati
Abu vulkanik yang menumpuk di atap dapat menambah beban bangunan. BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan atap dari abu vulkanik karena timbunan yang berat dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan meruntuhkan atap.
Jika atap tinggi, licin, atau timbunan abu sangat tebal, jangan memaksakan diri naik ke atap. Pembersihan sebaiknya dilakukan oleh orang yang memiliki peralatan dan kemampuan yang memadai.
4. Gunakan Kain Lembap untuk Permukaan Rumah
Untuk meja, lantai, furnitur dan permukaan rumah lainnya, Kemenkes menganjurkan penggunaan kain lembap.
Hindari menggosok permukaan terlalu keras karena partikel abu vulkanik dapat bersifat tajam dan berpotensi menggores permukaan tertentu.
Untuk kaca, porselen, enamel dan permukaan akrilik, gunakan kain atau spons yang dibasahi air dan deterjen. Usapkan secara perlahan daripada menggosoknya dengan tekanan kuat.
Baca Juga: Ini 3 Cara Bayar Paket Darurat Telkomsel Agar Tagihan Hilang
5. Gunakan Vacuum Cleaner saat Tersedia
Kemenkes merekomendasikan penggunaan vacuum cleaner sebagai salah satu metode pembersihan abu di dalam rumah.
Setelah abu disedot, karpet, tirai dan kain rumah tangga lainnya dapat dicuci menggunakan deterjen. Kemenkes juga mengingatkan agar tidak menggosok kain secara berlebihan karena partikel abu dapat merusak serat tekstil.
6. Bersihkan Pakaian yang Terkena Abu
Pakaian yang terkena abu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari abu yang menempel sebelum dicuci.
Kemenkes menyarankan pakaian yang terkena abu dibilas menggunakan air mengalir dan dicuci secara hati-hati. Pencucian dalam jumlah kecil dengan air yang cukup dapat membantu menghilangkan kotoran sekaligus mengurangi kebutuhan deterjen yang sangat banyak.
Baca Juga: Berlaku 1/9/2026, Ini Cara Baru Menghitung Bagasi Garuda Indonesia
7. Jangan Biarkan Abu Masuk ke Sumber Air
BNPB mengimbau masyarakat menutup sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Jika terdapat penampungan air terbuka yang sudah terkena abu, jangan langsung menggunakannya untuk konsumsi sebelum dipastikan aman.
8. Bersihkan Tubuh Setelah Terpapar Abu
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk segera membersihkan tubuh dan pakaian setelah kembali ke dalam rumah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa partikel abu vulkanik dapat bersifat tajam. Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Bersihkan mata dengan air dan, bila diperlukan, gunakan obat tetes mata.
Saat mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan setelah terpapar abu, masyarakat dapat mencari pertolongan di fasilitas kesehatan.
Tonton: Kejagung Sita Aset Rp8,4 Miliar Milik Eks Kepala BGN Terkait Dugaan Korupsi MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News