Demo 27 Agustus 2026, Ini Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata, Bukan dengan Odol!

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:41 WIB
Demo 27 Agustus 2026, Ini Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata, Bukan dengan Odol!

ILUSTRASI. Pasta gigi kerap digunakan untuk meredakan pedih akibat gas air mata. Benarkah efektif? Simak penjelasan dokter dan cara pertolongan yang tepat.


Reporter: Adi Wikanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar unjuk rasa di Jakarta hari ini, Kamis 27 Agustus 2026. Berikut cara mengatasi gas air mata jika aksi unjuk rasa berlangsung ricuh. 

Unjuk rasa hari ini antara lain akan berlangsung di depan gedung DPR, di Senayan, Jakarta. Pengunjuk rasa membawa sejumlah tuntutan, antara lain pengesahan rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset koruptor.

Biasanya unjuk rasa berlangsung damai. Namun, tak jarang unjuk rasa berlangsung ricuh dan terjadi tembakan gas air mata.. 

Jika terjadi tembakan gas air mata, para demonstran kerap menggunakan pasta gigi atau odol untuk mengurangi rasa perih. Namun, benarkah pasta gigi dapat meredakan efek gas air mata?

Dokter Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, mengatakan pasta gigi tidak efektif untuk mengatasi rasa perih maupun gejala lain akibat paparan gas air mata.

Menurut dia, rasa perih, mata berair, sensasi terbakar, mata merah, hingga penglihatan kabur merupakan respons tubuh ketika terkena zat iritan dari gas air mata.

Tonton: RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Ditargetkan Sah Desember 2026

Mengapa Mata Terasa Perih Saat Terkena Gas Air Mata?

Salah satu bahan yang umum digunakan dalam gas air mata adalah CS (chlorobenzylidenemalononitrile). Senyawa tersebut dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Ketika terkena paparan, tubuh secara alami berusaha mengeluarkan zat tersebut dari mata. Salah satu mekanismenya adalah dengan memproduksi air mata dalam jumlah lebih banyak.

Air mata kemudian membantu membasahi permukaan mata, mengencerkan zat kimia yang mengiritasi, sekaligus membawa partikel tersebut keluar dari mata.

Karena itu, membiarkan mata berair merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh dalam membersihkan mata dari paparan gas air mata.

Tonton: Aliansi Mahasiswa Siapkan Demo 27 Agustus di DPR, Bawa 10 Tuntutan dan Desak Pimpinan Turun

Pasta Gigi Tidak Menghilangkan Efek Gas Air Mata

Dokter Santi menjelaskan, pasta gigi tidak memiliki fungsi untuk mengeluarkan senyawa gas air mata dari mata.

Selain tidak memberikan manfaat terhadap paparan gas air mata, penggunaan pasta gigi pada wajah justru berpotensi menimbulkan masalah lain.

Pasta gigi dapat mengandung mentol, fluorida, serta bahan abrasif. Kandungan tersebut memang dirancang untuk penggunaan pada gigi dan rongga mulut, bukan untuk kulit wajah.

Mengoleskan pasta gigi pada kulit, terutama area wajah yang sensitif, dapat memicu iritasi, rasa perih, atau reaksi alergi pada sebagian orang.

Karena itu, pasta gigi sebaiknya tidak dijadikan pertolongan pertama ketika terkena gas air mata.

Jangan Mengucek Mata

Saat terkena gas air mata, hal penting lainnya adalah tidak menggosok atau mengucek mata.

Mengucek mata dapat menyebabkan gesekan pada permukaan mata. Kondisi tersebut berisiko memperparah iritasi atau bahkan menimbulkan luka, terutama ketika masih terdapat partikel gas air mata di sekitar mata.

Biarkan air mata keluar secara alami untuk membantu membersihkan permukaan mata.

Baca Juga: Berlaku 1/9/2026, Ini Cara Baru Menghitung Bagasi Garuda Indonesia

Cara Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika mata terkena gas air mata adalah segera membilas mata menggunakan air bersih atau larutan saline.

Pembilasan membantu mengencerkan sekaligus mengeluarkan zat iritan dari permukaan mata.

Selain itu, segera menjauh dari sumber paparan dan menuju tempat dengan udara yang lebih bersih. Hindari menyentuh atau menggosok wajah sebelum tangan dibersihkan.

Langkah pencegahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pelindung mata yang menutup rapat bagian sekitar mata.

Kacamata pelindung jenis goggle yang menutup celah di sekitar mata dapat menjadi pilihan. Berbeda dengan kacamata biasa, jenis tersebut lebih mampu mencegah udara dan partikel masuk dari sisi mata.

Jika goggle khusus sulit diperoleh, kacamata renang dapat menjadi alternatif perlindungan terhadap paparan di area mata.

Jika setelah paparan muncul gangguan penglihatan yang menetap, nyeri mata berat, sesak napas, atau gejala berat lainnya, segera cari pertolongan medis.





Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2025/08/30/183500320/apakah-pasta-gigi-bisa-atasi-gas-air-mata-ini-penjelasan-dokter?page=all#page2


 

Ekspor Sarang Burung Walet RI ke China Tembus Rp3 Triliun, China Serap 80%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru