KONTAN.CO.ID - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 2026 untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masih berlangsung hingga 2 Februari 2026 mendatang.
Tahapan pengisian PDSS ini merupakan fase krusial bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia. Pasalnya, keakuratan data dalam sistem ini menjadi penentu utama bagi para siswa untuk memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
PDSS sendiri berperan sebagai basis data yang merangkum rekam jejak kinerja sekolah serta nilai akademik siswa secara transparan dan terintegrasi.
Baca Juga: Sinyal TV Digital Hilang Saat Hujan? Ini Penyebab dan Solusinya
Kesalahan dalam memasukkan data nilai atau status siswa berisiko fatal terhadap peluang kelulusan peserta didik. Ketidaktelitian pihak sekolah tidak hanya berujung pada kegagalan administrasi, tetapi juga berpotensi memicu diskualifikasi siswa pada tahap verifikasi di universitas tujuan.
Oleh karena itu, sinkronisasi data antara Portal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dengan aplikasi PDSS menjadi fokus utama tahun ini.
Tahapan Lengkap Pengisian PDSS 2026
Sekolah tidak diperkenankan melakukan pengisian data secara acak. Terdapat alur sistematis yang telah ditetapkan oleh panitia pusat guna menjaga validitas data.
Melansir informasi dari Panduan Pengisian PDSS 2026 dari SNPMB, proses pengisian dimulai dari verifikasi profil lembaga hingga pengunggahan nilai rapor siswa secara kolektif.
Berikut adalah langkah-langkah teknis pengisian PDSS 2026 yang wajib dipatuhi oleh operator sekolah:
- Verifikasi Profil Sekolah: Sekolah masuk ke laman resmi https://pdss.snpmb.id menggunakan akun Portal SNPMB. Pastikan informasi sekolah dan data Kepala Sekolah yang tersaji sudah sesuai dengan data pusat.
- Pengaturan Jenis Studi dan Kuota: Tentukan jenis kelas dan jurusan pada menu Jenis Studi & Kuota. Data ini harus sinkron dengan klasifikasi kelas yang terdaftar di Portal SNPMB.
- Finalisasi Data Sekolah: Setelah mengisi data operator, sekolah wajib melakukan finalisasi data pada kolom yang tersedia untuk mengunci informasi awal institusi.
- Input Data Siswa Eligible: Masukkan daftar siswa yang berhak mengikuti SNBP (eligible). Sekolah dapat menginput satu per satu melalui NISN atau menggunakan fitur impor data massal agar lebih efisien.
- Pengaturan Kurikulum dan Mata Pelajaran: Tentukan kurikulum yang digunakan pada setiap semester. Pihak sekolah perlu memperhatikan perbedaan teknis pengisian antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 agar tidak terjadi kesalahan kategorisasi mata pelajaran.
- Input Nilai dan Finalisasi Akhir: Masukkan nilai rapor siswa per semester. Setelah semua data dipastikan benar, lakukan finalisasi nilai sebagai langkah terakhir, kemudian cetak bukti finalisasi sebagai dokumen sah.
Tonton: Nasib Pertumbuhan Global 2026: IMF Ungkap Prediksi Baru, Cek Kenaikan Proyeksi PDB
Ketentuan Validasi dan Batas Perbaikan Data
Meskipun sistem menyediakan ruang untuk perbaikan, fleksibilitas tersebut memiliki batasan waktu dan prosedur yang ketat. Panitia SNPMB menekankan pentingnya verifikasi berulang sebelum melakukan penguncian data secara permanen pada sistem.
Dikutip dari Panduan Pengisian PDSS 2026 dari SNPMB, sekolah masih memiliki kesempatan untuk membatalkan finalisasi data sekolah, data siswa, maupun kurikulum, dengan syarat finalisasi nilai atau tahap akhir belum dilakukan.
Begitu tombol finalisasi nilai ditekan, seluruh data akan terkunci secara otomatis oleh sistem dan tidak dapat diubah kembali secara mandiri oleh pihak sekolah.
Para kepala sekolah serta operator diimbau untuk melibatkan guru bimbingan konseling dan wali kelas dalam proses verifikasi nilai fisik rapor. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa angka yang terinput di sistem digital sama persis dengan rapor fisik milik siswa.
Selain ketelitian, faktor waktu juga menjadi perhatian penting. Sekolah disarankan tidak menunda pengisian hingga mendekati tenggat waktu guna menghindari risiko kegagalan sistem akibat lonjakan trafik pada server pusat.
Ketertiban sekolah dalam mengikuti jadwal ini merupakan bentuk perlindungan hak bagi siswa agar dapat berkompetisi secara adil dan transparan dalam seleksi masuk perguruan tinggi tahun ini.
Selanjutnya: Diskon 45% di Imperial Kitchen: Promo Paket Ayam Komplit Cuma Rp 50 Ribuan
Menarik Dibaca: HP Murah dengan Helio G99: Skor AnTuTu 400 Ribuan, Baterai Lebih Awet
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News