Tips memilih timun suri, pelengkap takjil yang baik untuk penderita diabetes

Minggu, 02 Mei 2021 | 03:00 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Tips memilih timun suri, pelengkap takjil yang baik untuk penderita diabetes

KONTAN.CO.ID - Timun suri sudah menjadi buah yang umum dikonsumsi terutama untuk membuat takjil kala bulan puasa. Tidak hanya nikmat, timun suri juga memiliki manfaat kesehatan termasuk untuk penderita diabetes.

Timun suri memang menjadi salah satu buah yang diburu kala bulan puasa. Rasanya yang segar membuat masyarakat memilih berbuka dengan takjil dari buah ini. 

Mungkin, Anda belum banyak yang tahu tentang keunikan dari timun suri ini. Melansir dari laman Institut Pertanian Bogor (IPB), budidaya timun suri cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. 

Menurut Deden Derajat Matra, dosen IPB dari Departemen Agronomi dan Hortikulura, timun suri sebenarnya tidak bisa dimasukkan dalam kelompok timun. 

Secara morfologi, timun suri lebih mendekati melon karena kariotipe kromosom dan struktur buahnya tidak seperti timun. Timun suri mengandung jenis gula yang aman untuk penderita diabetes yaitu fruktosa. 

Karena aman untuk penderita diabetes, mengkonsumsi timun suri juga aman dikonsumsi setiap hari dan bermanfaat kesehatan tubuh. 

Merangkum dari laman IPB, ada beberapa fakta menarik dari buah favorit kala puasa ini. 

Baca Juga: Ini ragam manfaat kolang kaling, dari membantu diet hingga kesehatan ginjal

Fakta menarik timun suri

Saat membeli di pasar, pilih timun suri yang berwarna oranye. Semakin kuat warna oranye pada timun suri maka kandungan betakaroten juga semakin banyak. 

Betakaroten sangat bermanfaat untuk kesehatan terutama kesehatan penglihatan. Kandungan ini nantinya akan diolah tubuh untuk dijadikan vitamin A yang baik untuk mata. 

Selain warna, perhatikan juga kondisi buah timun suri yang akan dibeli. Kebanyakan masyarakat akan memilih buah yang sudah merekah. 

Banyak yang beranggapan buah timun suri yang merekah lebih nikmat untuk dikonsumsi dan matang.

Namun, merekahnya timun suri tidak menjadi penanda buah tersebut matang. Cracking atau rekahan bisa menjadi tanda hara kalsium pada kulit timun suri kurang sehingga tidak kuat. 

Selain itu, faktor kadar air tanah yang tinggi bisa membuat kulit timun suri merekah. Merekahnya kulit timun suri justru memberi peluang terinfeksi bakteri. 

Karenanya, masyarakat diimbau berhati-hati saat memilih timun suri untuk bahan membuat takjil. 

Timun suri tidak bisa disimpan lama di suhu ruangan. Timun hanya bisa disimpan selama satu minggu atau jika ingin lebih lama, sebaiknya disimpan dalam kulkas.

Selanjutnya: Cara mengasuh anak generasi digital

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru