Anda sering gagal lolos Prakerja karena NIK terdaftar BLT lain? Ini solusinya

Jumat, 10 September 2021 | 08:58 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Anda sering gagal lolos Prakerja karena NIK terdaftar BLT lain? Ini solusinya

ILUSTRASI. Anda sering gagal lolos Prakerja karena NIK terdaftar BLT lain? Ini solusinya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sudah sering gagal lolos mendapatkan Kartu Prakerja? Bisa jadi NIK Anda terdaftar sebagai penerima BLT atau BSU lainnya. 

Salah satu persyaratan calon penerima Kartu Prakerja adalah tidak sedang menerima bantuan lain selama pandemi Covid-19.

Jika NIK Anda terdaftar di BLT atau BSU lain, maka secara otomatis Anda tidak bisa lolos gelombang Prakerja. 

Namun Anda tidak perlu khawatir, Prakerja memberikan tips untuk mengatasi gagal lolos Kartu Prakerja karena NIK terdaftar BLT atau BSU lain. 

Melalui Instagramnya, Kartu Prakerja memberikan informasi bagaimana cara mengecek status NIK atau membuat laporan kepada lembaga terkait. 

Bagi Anda yang mengalami permasalahan ini, berikut rangkuman dari Instagram Prakerja bagaimana cara mengecek status NIK.

Baca Juga: Gelombang 20 Kartu Prakerja dibuka, cek syarat untuk mendapatkannya ini

Solusi mengatasi gagal lolos Prakerja jika NIK terdaftar BSU lain

  • NIK terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebagai penerima BLT/BSU

Jika Anda gagal lolos Prakerja karena terdaftar sebagai penerima BLT/BSU, sebaiknya Anda mengecek di situs BSU Kemnaker. 

Untuk melihat status Anda, kunjungi laman bsu.kemnaker.go.id atau melalui Call Center di nomor 1500 630.

  • NIK terdaftar sebagai penerima BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro)

Cek status Anda di eform.bri.co.id/bpum.

  • NIK terdaftar di Kemendikbud Ristek

Anda bisa melakukan cek di Sekolah, Perguruan Tinggi terkait atau Kemendikbud Ristek untuk memperbaharui status Anda.

  • NIK terdaftar sebagai penerima Bansos

Buat laporan ke cekbansos.kemensos.go.id.

  • KTP atau NIK tidak valid?

Jika Anda gagal lolos Kartu Prakerja karena NIK atau KTP tidak valid, segera hubungi Dukcapil di nomor 1500 537 atau melalui Whatsapp/SMS di 08118005373.

Anda juga bisa mengirim email pengaduan ke callcenter@dukcapil.kemendagri.go.id atau mengunjungi kantor Dukcapil terdekat di kota Anda.

Selanjutnya: 6 Universitas terbaik Indonesia ini lulusannya cepat dapat kerja, ITB peringkat 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru