Bahaya, ini bahan alami yang tidak boleh digunakan ke wajah

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:42 WIB Sumber: Healthline,Harpers Bazaar
Bahaya, ini bahan alami yang tidak boleh digunakan ke wajah

ILUSTRASI. tidak semua bahan alami dapat diaplikasikan secara langsung ke wajah. Salah satunya cuka apel.

KONTAN.CO.ID - Kita semua pasti setuju, bahan-bahan alami memang cenderung lebih aman untuk tubuh. Itulah mengapa banyak dijumpai tips kecantikan yang memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai komponen utamanya.

Namun, apakah Anda tahu jika tidak semua bahan alami dapat diaplikasikan secara langsung ke wajah? Jika belum, yuk simak uraian tentang bahan-bahan alami apa saja yang tidak boleh digunakan di wajah sebagai berikut:

Cuka Apel

Cuka apel sempat menjadi tren kecantikan beberapa waktu yang lalu. Namun, siapa sangka jika sebenarnya cuka apel memiliki efek yang membahayakan bagi kulit.

Baca Juga: Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak

Menurut ahli dermatologi bersertifikat yakni Shasa Hu, cuka apel berpotensi membuat kulit mengalami iritasi, luka bakar kimiawi superfisial, dan depigmentasi.

Cuka apel murni terlebih yang tidak dilarutkan memiliki kadar keasaman yang begitu tinggi. Apabila digunakan di kulit wajah, maka besar kemungkinan kulit wajah akan mengalami kerusakan. Bahkan, cuka apel dapat menyebabkan peradangan hingga luka bakar kornea jika terkena mata.

Telur Mentah

Di dunia kecantikan, putih telur mentah populer sebagai bahan untuk membuat masker alami. Masker putih telur dipercaya mampu mengecilkan pori-pori yang besar.

Faktanya, telur yang masih mentah menjadi tempat bersemayamnya bakteri salmonella. Apabila diaplikasikan secara langsung ke wajah, telur mentah berpotensi tinggi menyebabkan infeksi pada kulit.

Sebagai alternatif, Moms bisa memperoleh manfaat telur untuk wajah dengan menggunakan produk kecantikan yang ada ekstrak telurnya alih-alih menggunakan telur mentah.

Baca Juga: Catat, Ini Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur

Lemon

Kandungan vitamin C yang tinggi pada lemon dipercaya baik untuk kesehatan kulit. Banyak orang yang mengklaim bahwa lemon mampu mencerahkan kulit, mengatasi hiperpigmentasi, serta mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Meskipun demikian, tidak dibenarkan jika lemon digunakan secara langsung ke kulit. Menurut Mona Gahara selaku dokter kulit di Danbury sekaligus anggota Fakultas Klinis di Rumah Sakit Yale New Haven, sifat asam pada lemon dapat mengubah ph kulit, menghacurkan skin barrier, dan menimbulkan peradangan serta iritasi.

Selain itu, lemon juga memiliki kandungan psoralen. Psoralen dalam lemon dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga kulit akan mudah terbakar.

Baking Soda

Dilansir dari Healthline, baking soda memiliki pH 9 dan suatu zat yang memiliki pH di atas 7,0 dikategorikan sebagai zat dengan sifat basa. Karena sifatnya yang basa, baking soda diklaim mampu membuat pH alami kulit berubah. Ketika pH kulit meningkat, kulit pun dapat mengalami kekeringan dan iritasi. 

Tidak sampai di situ, baking soda juga bisa sangat merusak lapisan atas kulit sekaligus memudahkan bakteri untuk memasuki kulit.

Menggunakan baking soda sebagai bahan campuran scrub tidak akan memberikan manfaat melainkan hanya kerugian untuk kulit. Kulit yang terkena baking soda besar kemungkinan akan mengalami kemerahan. Selain itu, sensasi terbakar pada kulit pun akan sangat terasa setelah baking soda digunakan.

Bahkan, baking soda yang digunakan sebagai larutan pada produk pencuci muka berpotensi membuat minyak alami yang dibutuhkan kulit hilang. Tidak hanya itu, Acid Mantle yang berfungsi untuk melindungi kulit dari infeksi dan jerawat pun akan terganggu akibat kandungan baking soda yang ada di dalam produk tersebut.

Kayu Manis

Mengandung antimikroba, bukan berarti kayu manis tidak apa-apa jika diaplikasikan ke wajah. Pasalnya, wajah yang dibaurkan kayu manis akan bereaksi negatif.

Melansir dari MetroUK, seorang ahli perawatan wajah dan kulit bernama Andy Millward mengungkapkan bahwa senyawa aktif dalam kayu manis yang bernama cinnamaldehyde bisa sangat mengiritasi kulit. Andy juga mengklaim penggunaan kayu manis secara topikal (dioleskan langsung ke kulit) dapat menyebabkan dermatitis kontak alias peradangan kulit. Apabila dermatitis kontak ini terjadi, maka kulit pun akan rawan mengalami kemerahan, bengkak, nyeri, serta gatal-gatal.

Apabila seseorang mengatakan bahwa masker kayu manis + madu ampuh untuk melembutkan dan membersihkan kulit, maka kemungkinan besar efek tersebut timbul bukan karena kayu manis melainkan dari kandungan madu yang ada di masker tersebut.

Demikian beberapa bahan alami yang berpotensi merusak kulit jika diaplikasikan secara langsung ke wajah. Apakah bahan-bahan alami yang sering Moms gunakan termasuk di dalamnya?

Selanjutnya: Beberapa Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari oleh Ibu Hamil

 

Editor: Ana Risma
Terbaru