Cara menurunkan berat badan dengan konsumsi kentang

Senin, 19 Juli 2021 | 15:29 WIB Sumber: Kompas.com
Cara menurunkan berat badan dengan konsumsi kentang

ILUSTRASI. Cara menurunkan berat badan dengan konsumsi kentang

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Cara menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan kombinasi olahraga dan diet. Salah satu diet yang bisa digunakan sebagai cara menurunkan berat badan secara efektif adalah menggunakan kentang.

Simak cara menggunakan kentang sebagai diet untuk menurunkan berat badan berikut ini.

Kentang dikenal sebagai bahan makanan dengan reputasi yang buruk karena mengandung karbohidrat tinggi. Tetapi, ahli diet terdaftar, Kate Coufal, MS, RDN, LDN mengungkapkan, dengan mengonsumsi kentang setiap hari justru dapat membantu menurunkan berat badan.

"Saya telah membuktikannya dengan makan kentang setiap hari selama tiga bulan, mampu menurunkan berat badan saya sekitar 4,5 kilogram. Selain itu, makan kentang juga membantu saya mempertahankan berat badan," ungkap Coufal. 

Coufal menjelaskan, tidak semua karbohidrat buruk. Jenis karbohidrat kompleks dan utuh berperan penting dalam penurunan berat badan, jika dibandingkan dengan karbohidrat sederhana dan olahan.

Karbohidrat kompleks seperti kentang dan biji-bijian sebenarnya rendah kalori, serta memiliki serat yang tinggi. Dengan demikian, kandungan semacam itu dapat membantu kita makan lebih sedikit kalori dan merasa lebih kenyang.

Baca juga: 10 Makanan ini efektif menurunkan gula darah, lo

Sedangkan, karbohidrat sederhana dan olahan seperti kue kering, kraker, dan sereal merupakan makanan yang telah diproses dan menjadi lebih padat kalori tanpa serat. Jadi ketika memakannya, kita mengonsumsi banyak kalori tanpa merasa puas yang menyebabkan kita makan lebih banyak dan menambah berat badan.

Kendati demikian, karbohidrat yang dikonsumsi secara berlebihan tetap saja dapat menyebabkan kenaikan berat badan, terutama karbohidrat olahan. "Karbohidrat olahan berat seperti roti, makanan yang dipanggang, pasta, dan biskuit dapat meningkatkan pelepasan dopamin yang didapat otak saat dikonsumsi," ujar dia.

"Artinya, kemungkinan konsumsi berlebihan dan penambahan berat badan lebih tinggi jika kita makan karbohidrat olahan secara berlebihan," lanjut Coufal. Apalagi, karbohidrat olahan sering kali memiliki tambahan gula dan minyak, yang meningkatkan kalori dan keinginan kita untuk mengonsumsinya.

Editor: Adi Wikanto
Terbaru