Cara revisi data pada Kartu Identitas Anak (KIA), tak pakai ribet

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:11 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Cara revisi data pada Kartu Identitas Anak (KIA), tak pakai ribet

ILUSTRASI. Selain Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk warga usia 17 tahun ke atas, kini juga ada Kartu Identitas Anak (KIA) atau KTP anak untuk usia 0-17 tahun. ANTARA FOTO/Rahmad/hp.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk warga usia 17 tahun ke atas, kini juga ada Kartu Identitas Anak (KIA) atau KTP anak untuk usia 0-17 tahun.

Melansir laman indonesia.go.id, KIA mulai digagas sejak tahun 2016. KIA merupakan  identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil.

Adanya KIA ini bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. KIA juga merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia.

Banyak manfaat jika seorang memiliki KIA, di antaranya adalah untuk memenuhi hak anak, untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk bukti diri anak sebagai data identitas ketika membuka tabungan atau menabung di bank, juga berlaku untuk proses mendaftar BPJS dan lainnya.Baca Juga: Cara mengubah nama di Kartu Keluarga yang salah, prosesnya cuma 15 menit!

Ada dua jenis KIA, yaitu untuk usia anak 0 sampai 5 tahun dan KIA untuk kelompok usia 5-17 tahun. Fungsinya sama, hanya berbeda dari isinya. Beberapa informasi yang tertera di antaranya adalah nomor induk kependudukan, nama orang tua, alamat, dan foto.

Bedanya dengan KTP dewasa adalah bahwa KTP anak ini tidak menyertakan chip elektronik. Selain itu ada perbedaan lainnya, yaitu:

Untuk KIA 0-5 tahun tanpa menggunakan foto, sedangkan KIA usia 5-17 tahun kurang satu hari menggunakan foto.

Untuk tahap awal, bentuk KTP-nya masih biasa, belum KTP elektronik. Baru nanti jika usia anak sudah mencapai 18 tahun ke atas, baru wajib perekaman sesuai dengan KTP elektronik seperti yang ada sekarang ini.

Baca Juga: Banyak yang belum memilikinya, ini cara membuat akta kelahiran bagi orang dewasa

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru