5 Efek Negatif Kritik bagi Perkembangan Diri Anak, Cari Tahu di Sini!

Minggu, 24 April 2022 | 14:30 WIB
5 Efek Negatif Kritik bagi Perkembangan Diri Anak, Cari Tahu di Sini!


Reporter: Ana Risma  | Editor: Ana Risma

KONTAN.CO.ID - Banyak orang tua yang menjadikan kritik sebagai metode untuk membantu mengatasi perilaku bermasalah pada anak. Kendati niatnya baik, namun tidak sedikit orang tua yang menyadari bahwa anak-anak tidaklah bereaksi layaknya orang dewasa ketika dihadapkan dengan kritik.

Bagi orang dewasa, kritik mungkin adalah hal yang bagus karena bisa mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas diri. Sebaliknya, anak-anak belum mengembangkan perspektif yang demikian dan hampir selalu menginternalisasi kritik, memasukkannya ke dalam hati, serta mempertahankan luka emosional akibat kritik dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan mengoreksi yang cenderung dilakukan secara lembut untuk memberi tahu anak tentang kesalahannya sekaligus menjelaskan mengapa perilakunya tidak produktif, kritik justru lebih berfokus pada penilaian daripada membantu anak. Dilansir dari laman Advanced Psychology, inilah 5 efek negatif kritik bagi perkembangan diri anak yang perlu orang tua cermati.

1. Menumpulkan rasa tanggung jawab

Ketika Anda memarahi dan mengkritik anak, mereka akan sibuk memikirkan perasaan Anda tentangnya. Anak juga akan berhenti memikirkan kesalahan aslinya dan mulai fokus pada perasaan mereka terhadap reaksi Anda. Secara perlahan, kritik yang Anda lontarkan kepada anak akan mengalihkan perhatian mereka dari eksplorasi emosi yang secara langsung berkaitan dengan konsekuensi dari tindakannya.

Kritik mampu memproyeksikan kemarahan anak kepada Anda dan membuat mereka sibuk memikirkan betapa tidak adilnya Anda. Seiring waktu, anak akan terbiasa untuk tidak fokus pada apa yang perlu mereka tingkatkan dan cenderung berfokus pada tindakan orang lain yang memperlakukannya secara tidak adil. Dengan kata lain, kritik akan mengembangkan pola pikir “menjadi korban” pada diri anak alih-alih akuntabilitas pribadi.

2. Menumbuhkan perasaan malu

Merasa menyesal atas perilaku buruk yang sudah dilakukan merupakan hal yang normal dan sehat. Namun, jika yang muncul adalah perasaan malu, itu dapat berbahaya.

Faktanya, kritik sangat mudah menumbuhkan rasa malu dalam diri anak. Padahal, ketika anak merasa malu, mereka cenderung akan memercayai bahwa dirinya cacat dan tidak berdaya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Jika Anda ingin anak-anak Anda dengan rela memperbaiki perilaku bermasalahnya, alangkah baiknya Anda memberi tahu mereka bahwa tidak apa-apa untuk membuat kesalahan. Anda harus membangun dan mendorong anak untuk mencoba lagi tatkala mereka melakukan kesalahan, bukan malah meruntuhkannya melalui kritik yang tajam.

3. Meningkatkan stres

Bagi anak, hidup sudah terasa begitu menantang. Pasalnya, setiap hari anak harus menghadapi tekanan akademis di sekolah, tekanan sosial dari teman-temannya, dan ancaman bullying online maupun offline.

Jika Anda terus menghujani anak dengan kritik, itu hanya akan menambah stres yang tidak diperlukan dan membuat anak lebih sulit untuk berkembang menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat.


Terbaru