5 Efek Negatif Kritik bagi Perkembangan Diri Anak, Cari Tahu di Sini!

Minggu, 24 April 2022 | 14:30 WIB
5 Efek Negatif Kritik bagi Perkembangan Diri Anak, Cari Tahu di Sini!


Reporter: Ana Risma  | Editor: Ana Risma

4. Mendorong anak untuk terus mengkritik dirinya sendiri

Pada dasarnya, perkembangan diri anak ditentukan oleh cara orang tuanya berbicara kepada mereka. Apabila Anda terbiasa mengkritik anak, besar kemungkinan mereka akan mulai mengkritik dirinya sendiri dengan lebih keras.

Pada gilirannya, kebiasaan mengkritik diri sendiri bisa membuat anak merasa bahwa mereka tidak layak untuk mendapatkan penghargaan apapun bahkan ketika mereka memiliki pencapaian tertentu. Misalnya, saat anak mendapatkan nilai A dalam suatu tugas sekolah, mereka mungkin akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berhasil mendapatkan nilai A+ alih-alih bangga.

Efek lainnya yang dihasilkan dari kebiasaan mengkritik anak adalah menciptakan ketakutan kronis dalam diri anak terhadap kegagalan. Jika anak sudah takut akan kegagalan, sering kali anak akan menolak untuk mencoba mengejar tujuan mereka yang mana hal ini dapat sangat menghambat perkembangan mereka ke depannya.

5. Merusak kepercayaan

Jika anak terus merasa ditolak oleh Anda setiap kali mereka melakukan kesalahan, pada akhirnya anak akan belajar bahwa mereka tidak bisa memercayai Anda lagi sebagai orang tuanya.

Apabila Anda tidak mau hal itu terjadi, pastikan untuk memperkuat ikatan antara Anda dengan anak dan senantiasa memberi tahu anak bahwa Anda mencintai mereka tanpa syarat.

Moms, itulah 5 efek negatif kritik bagi perkembangan anak. Untuk menghindari kritik, cobalah untuk bernapas dalam-dalam dan nilailah secara objektif tingkat keparahan dari perilaku buruk yang telah anak Anda lakukan. Jika anak menyakiti orang lain baik secara fisik atau emosional, berikan anak konsekuensi misalnya dengan mengambil hak istimewa mereka secara tenang namun tetap tegas.

Apapun bentuk konsekuensinya, selalu ingat untuk tidak melabeli anak dengan sebutan-sebutan yang buruk dan menyakitkan seperti jahat, malas, atau tidak berguna. Apabila anak sudah mulai tenang, jelaskan kepada mereka mengapa tindakannya tidak dapat diterima dan ingatkan kembali bahwa Anda tetap mencintainya. Dengan begini, akan lebih mudah untuk memperbaiki perilaku buruk anak tanpa menimbulkan permasalahan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru