6 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas biar Awet dan Empuk

Sabtu, 09 Juli 2022 | 15:15 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
6 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas biar Awet dan Empuk


KONTAN.CO.ID - Cara menyimpan daging kurban di kulkas perlu diketahui di momen Hari Raya Idul Adha. Sebab, saat hari raya kurban tersebut masyarakat biasanya memiliki stok daging kurban yang cukup banyak. 

Daging kurban itu pun seringkali tidak akan habis dalam satu kali masak saja. Melainkan, masih ada sisanya yang harus disimpan di dalam kulkas. 

Nah, untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui cara menyimpan daging kurban di kulkas agar awet meski baru dikonsumsi dalam beberapa hari setelah kurban. 

Lantas, bagaimana cara menyimpan daging kurban di kulkas? 

Baca Juga: 4 Syarat Sah Kurban dan Ketentuan Kurban yang Benar

Cara menyimpan daging kurban di kulkas

Cara menyimpan daging kurban di kulkas

Dirangkum dari Webinar "Aman Beribadah di Bulan Zulhijah: Urgensi Ibadah Kurban dan Tata Cara Pelaksanaannya di Masa Pandemi’, berikut adalah cara menyimpan daging kurban di kulkas menurut pakar produksi ternak Fakultas Peternakan UGM, Panjono, Ph.D:

1. Daging segar tidak dicuci

Pertama, cara menyimpan daging kurban di kulkas adalah jangan mencuci daging segar. Jika daging segar dicuci maka justru berpeluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk ke dalam daging dan membuat daging terkontaminasi.  

2. Giling atau potong daging menjadi ukuran kecil/ sedang sesuai rencana masak

Selanjutnya, cara menyimpan daging kurban di kulkas adalah giling atau potong menjadi ukuran kecil atau sedang agar praktis saat akan dikeluarkan dari kulkas untuk dimasak. 

Baca Juga: Ketentuan Patungan Hewan Kurban Maksimal Berapa Orang?

3. Bagi gilingan/ potongan daging berdasarkan perkiraan kebutuhan sekali masak.

Misalnya, untuk keluarga kecil yang sekali masak hanya membutuhkan seperempat kilogram daging, maka daging bisa dipotong seukuran tersebut. Sehingga, sekali masak diambil potongan itu.

4. Kemas daging giling/ potongan yang telah dibagi tersebut dalam kantung plastik atau wadah tertutup rapat, lebih bagus lagi kalau divakum. 

Cara menyimpan daging kurban di kulkas jika tidak divakum maka paling tidak daging harus diwadahi dalam plastik yang bersih, kemudian ditutup rapat.

Baca Juga: Vaksinasi PMK Hewan Ternak Mulai Dilakukan Hari Ini

5. Taruh di dalam chiller beberapa saat, kemudian baru disimpan dalam freezer. 

Cara menyimpan daging kurban di kulkas

Nah, cara menyimpan daging kurban di kulkas yang paling bagus adalah menaruhnya di chiller beberapa saat. Setelah, dagingnya dingin baru dipindah ke freezer. 

Hal ini guna menjaga struktur daging agar tetap stabil dan bahkan bisa lebih empuk. Ketika mengalami proses pendinginan, daging akan mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). 

Oleh karena itu, daging sebaiknya dimasukkan ke chiller (bagian kulkas yang bersuhu 2 hingga 5 derajat Celcius), agar proses pendinginan dapat berlangsung rata.

Baca Juga: Besok, Kementan Akan Mulai Lakukan Vaksinasi PMK Hewan Ternak

6. Pindahkan dari freezer ke chiller terlebih dahulu sebelum diolah. 

Begitu juga sebaliknya ketika daging yang disimpan di freezer kemudian hendak digunakan atau dimasak. Daging sebaiknya dipindahkan dahulu ke chiller agar proses thawing (pencairan) juga dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan. 

Selain itu, Panjono juga memberikan tips mengenai tata cara mengolah atau memasak daging tersebut. Pertama, daging harus dimasak dengan benar dan matang. 

Hal ini guna membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging. Kedua, jika daging tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, maka bagian yang gosong harus dibuang.   

“Bagian-bagian yang item (dari daging panggang) itu sebaiknya jangan dikonsumsi, sebab tidak bagus untuk kesehatan,” pungkas Panjono. 

Demikian, penjelasan mengenai cara menyimpang daging kurban di kulkas yang benar agar awet dan tahan lama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru