Kebakaran Hutan, Ini Cara Cek Kualitas Udara Lewat Google Maps hingga IQAir

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Kebakaran Hutan, Ini Cara Cek Kualitas Udara Lewat Google Maps hingga IQAir

ILUSTRASI. Bencana kabut asap di Palembang dampak karhutla (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Simak cara cek kualitas udara secara online. Kualitas udara menjadi hal yang penting untuk dipantau ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asap kebakaran dapat membawa partikel halus seperti PM2.5 yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama ketika konsentrasinya meningkat dan masyarakat terpapar dalam waktu lama.

Pada Agustus 2026, aktivitas karhutla kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG melaporkan titik panas tersebar di berbagai pulau, dengan konsentrasi besar di Kalimantan dan Sumatra, sementara kondisi kering turut meningkatkan risiko kebakaran.

Karena itu, masyarakat dapat mengecek kualitas udara secara berkala melalui aplikasi maupun website sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Apa Itu Kuota Akumulatif Smartfren? Ini Ketentuan untuk Pemakaian Paket Data

Panduan cek kualitas udara

Berikut ini informasi mengenai cara cek Kualitas Udara lewat aplikasi dan IQAir.

1. Cek Kualitas Udara Lewat IQAir

Salah satu layanan yang mudah digunakan adalah IQAir AirVisual. Platform ini menyediakan data kualitas udara secara real-time, termasuk AQI, konsentrasi PM2.5, prakiraan kualitas udara, serta rekomendasi kesehatan.

  • Buka aplikasi IQAir AirVisual di HP atau website IQAir
  • Aktifkan lokasi jika ingin melihat kondisi udara di sekitar Anda.
  • Masukkan nama kota atau daerah yang ingin diperiksa.
  • Lihat angka AQI yang ditampilkan.
  • Periksa polutan utama, terutama PM2.5.
  • Lihat prakiraan kualitas udara untuk beberapa hari ke depan.
  • Perhatikan rekomendasi kesehatan berdasarkan tingkat polusi.

IQAir juga menyediakan peta kualitas udara sehingga pengguna dapat membandingkan kondisi beberapa daerah sekaligus.

Baca Juga: Viral Mobil Listrik Tak Bisa Parkir Paralel! Ini Caranya & Hal Penting Wajib Dikenali

2. Cara cek lewat Google Maps

Nah, bagi Anda yang terbiasa akses Google Maps bisa ikuti panduan berikut.

  • Buka aplikasi Google Maps di ponsel.
  • Ketuk ikon Lapisan (ikon kotak bertumpuk di kanan atas).
  • Pilih opsi Kualitas Udara (Air Quality) di bagian detail peta.
  • Lihat angka AQI (Indeks Kualitas Udara) yang muncul pada peta.

3. Cek Kualitas Udara melalui UdaraKu Kemenperin

Masyarakat juga dapat menggunakan UdaraKu, sistem pemantauan kualitas udara milik Kementerian Perindustrian pada laman udaraku.kemenperin.go.id/. Website tersebut menampilkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan data pemantauan kualitas udara.

  1. Buka website UdaraKu pada laman udaraku.kemenperin.go.id/.
  2. Pilih lokasi atau stasiun pemantauan yang tersedia.
  3. Periksa angka ISPU.
  4. Perhatikan kategori kualitas udara.
  5. Gunakan informasi tersebut sebagai pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Cara Cek Hotspot Kebakaran Hutan secara Online, Bisa via Google Maps

4. Gunakan Aplikasi atau Website Kualitas Udara di HP

Selain website, aplikasi kualitas udara juga bisa digunakan untuk mendapatkan informasi secara lebih praktis.

Salah satu keunggulan aplikasi AirVisual adalah kemampuannya memberikan notifikasi ketika kualitas udara memburuk, sehingga pengguna tidak harus membuka aplikasi setiap saat. Aplikasi tersebut juga menyediakan prakiraan kualitas udara hingga tujuh hari.

Pengguna dapat mengaktifkan lokasi pada HP agar aplikasi menampilkan kualitas udara di wilayah tempat tinggal atau lokasi yang sedang dikunjungi.

Baca Juga: Cek Kumpulan Link Poster Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dari Canva

Apa yang Harus Dilihat? AQI atau PM2.5?

Ketika mengecek kualitas udara, jangan hanya melihat satu angka. AQI atau indeks kualitas udara merupakan angka yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran dan risiko kesehatan secara lebih sederhana.

Sementara itu, PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang menjadi salah satu polutan penting untuk diperhatikan ketika terjadi kabut asap.

IQAir menjelaskan bahwa PM2.5 berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Untuk kondisi karhutla, PM2.5 menjadi salah satu parameter yang sangat penting untuk dipantau.

Baca Juga: Praktis, Ini Cara Bayar UKT Perguruan Tinggi lewat Aplikasi ShopeePay

Cara Membaca Kategori AQI

Jika menggunakan indeks US AQI seperti yang ditampilkan IQAir, secara umum kategorinya adalah:

AQI Kategori Gambaran
0–50 Baik Kualitas udara tergolong baik
51–100 Sedang Masih dapat diterima, tetapi sebagian orang sensitif dapat terdampak
101–150 Tidak sehat bagi kelompok sensitif Kelompok sensitif perlu mengurangi paparan
151–200 Tidak sehat Risiko kesehatan meningkat
201–300 Sangat tidak sehat Dampak kesehatan dapat dirasakan lebih luas
301–500 Berbahaya Kondisi darurat kesehatan

Namun, perlu diperhatikan bahwa angka dan kategori dapat berbeda antara sistem AQI dan ISPU. Karena itu, jangan mencampurkan angka dari dua sistem tersebut seolah-olah menggunakan skala yang sama.

Saat hutan atau lahan terbakar, asap dapat menyebar mengikuti arah dan kecepatan angin. Akibatnya, wilayah yang tidak berada tepat di lokasi kebakaran pun dapat mengalami penurunan kualitas udara.

Kondisi tersebut terlihat pada fenomena karhutla Agustus 2026. Sejumlah wilayah Kalimantan mengalami kualitas udara yang memburuk, sementara asap juga berdampak hingga Malaysia.

BMKG juga mencatat bahwa kondisi kering akibat El Niño yang kuat dan faktor iklim lainnya dapat meningkatkan risiko kebakaran. Salah satu analisis BMKG mengenai kebakaran di Sulawesi Tengah menyebut kondisi kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan api lebih cepat meluas.

Tonton: KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Hunian MBR di Tengah Kota Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru