5 Makanan yang Bisa Picu Terbentuknya Batu di Kantung Empedu, Waspada!

Sabtu, 30 September 2023 | 06:14 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
5 Makanan yang Bisa Picu Terbentuknya Batu di Kantung Empedu, Waspada!


3. Gorengan dan makanan olahan

Makanan yang digoreng dan diolah sudah semakin populer di masyarakat modern, namun dampak dari konsumsi tersebut dapat merugikan kesehatan kita. 

Salah satu potensi risiko kesehatan yang terkait dengan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng atau diproses adalah berkembangnya batu kandung empedu, yang lebih dikenal dengan batu empedu. 

Endapan kecil dan keras ini dapat terbentuk di kantong empedu dan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Meskipun ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan timbulnya batu empedu, mengonsumsi makanan yang banyak digoreng dan diproses tampaknya menjadi salah satu faktornya. 

4. Makanan halus

Makanan olahan seperti roti putih, camilan manis, dan daging olahan menyebabkan lonjakan kadar gula darah sehingga menyebabkan produksi insulin berlebih. 

Insulin ini merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol, yang kemudian menumpuk di empedu dan membentuk batu empedu. 

Partikel kecil dan padat ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut dan mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkannya. 

Jadi, lain kali Anda ingin makan sekantong keripik atau camilan manis, pikirkan dua kali dan pilihlah alternatif gandum utuh yang lebih sehat! Kantong empedu Anda akan berterima kasih.

Baca Juga: Kolesterol Jangan Cuma Ditakuti, Ketahui Pula Manfaatnya Secara Seksual!

5. Karbohidrat olahan

Banyak dari kita mengonsumsi karbohidrat olahan setiap hari tanpa menyadarinya. Sayangnya, makanan olahan tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan kita, termasuk peningkatan risiko timbulnya batu di kandung empedu. 

Meskipun korelasi pasti antara karbohidrat olahan dan batu kandung empedu masih diteliti, jelas bahwa mengurangi makanan ini dapat berdampak positif pada tubuh. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru