Ini 4 prosedur pengaduan KIPI 9 vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia

Jumat, 24 September 2021 | 11:03 WIB Sumber: Kompas.com
Ini 4 prosedur pengaduan KIPI 9 vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia

ILUSTRASI. Ada 9 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM.

Efikasi vaksin Convidecia untuk perlindungan pada semua gejala Covid-19 adalah sebesar 65,3 persen. Untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat, efikasi mencapai 90,1 persen.  Dari hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari sisi keamanan, secara umum pemberian vaksin Convidecia dapat ditoleransi dengan baik.  

Seperti Janssen, reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian vaksin Convidecia menunjukkan tingkat keparahan grade 1 dan 2.  

KIPI dari pemberian vaksin Convidecia juga menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain adalah nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam dan diare.  

Prosedur Pengaduan KIPI

Adapun prosedur terkait pengaduan KIPI melansir informasi di laman covid19.go.id antara lain: 

1. Bagi masyarakat penerima vaksin yang mengalami KIPI segera melaporkan ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan (faskes). 

2. Hasil pelacakan dilaporkan ke Pokja/Komda PP-KIPI untuk dilakukan analisis kejadian dan tindaklanjut kasus. 

3. Apabila ditemukan dugaan KIPI serius, faskes melaporkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota untuk dilakukan pelacakan. 

4. KIPI yang meresahkan dan menimbulkan perhatian berlebihan masyarakat, harus segera direspon, diinvestigasi dan dilaporkan melalui website resmi di alamat: http://keamananvaksin.kemkes.go.id .

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Telah Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM"

Penulis : Wahyuni Sahara

Editor : Wahyuni Sahara

Selanjutnya: Jarang ditemui, Kemenkes pastikan trypanophobia tidak mengganggu program vaksinasi

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru