Kasus Covid-19 melonjak lagi, ini cara mengurangi risiko kematian akibat corona

Kamis, 17 Juni 2021 | 08:34 WIB Sumber: Kompas.com
Kasus Covid-19 melonjak lagi, ini cara mengurangi risiko kematian akibat corona

ILUSTRASI. Kasus Covid-19 melonjak lagi, ini cara mengurangi risiko kematian akibat corona

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak dengan penambahan harian mendekati 10.000 kasus per hari. Di tengah bahaya infeksi virus corona, simak cara mengurangi risiko kematian akibat Covid-19 agar bisa selamat dari pandemi ini.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (16/6) ada tambahan 9.944 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.937.652 kasus positif Covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 yang mendekati 10.000 ini merupakan yang kedua dalam sepekan ini. Pada Minggu 13 Juni 2021, jumlah penambahan kasus Covid-19 mencapai 9.868 orang.

Untuk mencegah Covid-19, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan dengan penuh disiplin. Selain itu, untuk mengurangi risiko bahaya Covid-19 seperti kematian atau di rawat di RS, masyarakat harus meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian baru menunjukkan, menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi risiko rawat inap pasien Covid-19.

Kalau pun harus dirawat, risiko untuk masuk ke unit perawatan intensif atau ICU menjadi lebih rendah. Selain itu, risiko kematian pada pasien Covid-19 juga berkurang apabila rajin berolahraga. "Penelitian ini merupakan seruan untuk menyadarkan pentingnya gaya hidup sehat, terutama aktivitas fisik."

Demikian diungkapkan penulis studi Dr. Robert Sallis dari Kaiser Permanente Fontana Medical Center, California, Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya, Sallis menekankan, hasil penelitian benar-benar menunjukkan betapa pentingnya aktivitas fisik selama masa pandemi, dan di masa yang akan datang. "Orang yang rutin berolahraga memiliki peluang terbaik untuk mengalahkan Covid-19. Sementara orang yang tidak aktif jauh lebih buruk," kata dia.

Baca juga: Kasus positif Covid-19 meledak, ini cara melakukan isolasi mandiri

Dalam penelitian ini, Sallis bersama rekannya menganalisis data lebih dari 48.000 pasien dewasa di Kaiser Permanente Southern California. Usia rata-rata pasien adalah 47 tahun, dan diagnosis positif Covid-19 antara Januari hingga Oktober 2020.

Peneliti juga menilai tingkat aktivitas fisik pasien sebanyak dua kali yakni Maret 2018 dan Maret 2020. Dari data pasien ditemukan, lebih dari 6 persen secara konsisten aktif bergerak, 14 persen konsisten tidak aktif bergerak, dan sisanya aktif bergerak tapi tidak konsisten.

Para peneliti menemukan, hampir 9 persen pasien yang aktif bergerak secara konsisten dirawat di rumah sakit. Lebih dari 2 persen di antaranya dirawat di ICU dan 1,6 persen meninggal. Sedangkan pasien yang secara konsisten tidak aktif memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk dirawat di rumah sakit.

Mereka juga 1,7 kali lebih mungkin untuk dirawat di ICU dan hampir 2,5 kali lebih mungkin untuk meninggal, dibandingkan mereka yang secara konsisten aktif bergerak.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine ini, tidak aktif bergerak secara konsisten berkaitan dengan risiko kematian tertinggi akibat Covid-19. Faktor lainnya adalah berusia lebih dari 60 tahun atau memiliki riwayat transplantasi organ.

Hasil temuan lainnya adalah pasien yang aktif bergerak tapi tidak konsisten memiliki risiko lebih rendah terkait tingkat keparahan akibat Covid-19. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun dapat bermanfaat.

"Ada hubungan yang kuat antara tidak aktif bergerak dengan keparahan akibat Covid-19," kata rekan penulis studi, Deborah Rohm Young.

"Walaupun kami memasukkan variabel seperti obesitas dan merokok dalam analisis, tidak aktif bergerak sangat terkait dengan tingkat keparahan Covid-19," ujar dia.

Baca juga: Covid-19 meledak, zona merah corona 13 Juni melonjak jadi 29 wilayah, ini daerahnya

Sallis merekomendasikan paling tidak berjalan kaki selama 30 menit sehari, lima hari seminggu dengan kecepatan sedang.

Berjalan kaki dengan kecepatan sedang membuat seseorang lelah untuk bernyanyi, tetapi masih bisa berbicara. Walau sederhana, tapi bila dilakukan rutin, aktivitas fisik ini dapat memberi efek perlindungan yang luar biasa terhadap Covid-19. “Saya tetap percaya, olahraga adalah obat yang harus diminum setiap orang, terutama di era Covid-19 ini,” sebut Sallis.

Demikianlah cara mudah mengurangi risiko bahaya Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara "Paling Mudah" untuk Lindungi Diri dari Covid-19"

Penulis : Maria Adeline Tiara Putri
Editor : Glori K. Wadrianto

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Kasus Covid-19 meledak, konsumsi sayuran ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru